ABOUT THE AUTHOR

 

teguhs blog logo fin

 

1. Profile

Saya dilahirkan disebuah kota Mojokerto ditepian sungai brantas, dimana dahulunya kota ini telah dikendalikan oleh sebuah kerajaan besar bernama Majapahit. Keberadaan kerajaan Majapahit ini, telah terbukti melahirkan kata “NUSANTARA” pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada sebagai panglima angkatan perangnya. Dua orang inilah, lewat pikiran dan usahanya telah mempersatukan pulau-pulau menjadi satu kedaulatan hingga nantinya akan lahir sebuah Negara bernama “Negara kesatuan Republik Indonesia”

Saya adalah anak ke tiga dari empat bersaudara yang dibesarkan dari lingkungan keluarga sederhana dengan penerapan kedisiplinan ketat dari seorang Ayah yang kebetulan berprofesi sebagai anggota ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) pada waktu itu, ketika era pemerintahan Soeharto. Pendidikan dasar dan menengah dihabiskan waktunya di kota ini, dengan memasuki beberapa sekolah diantaranya Sekolah Dasar Negeri Gedongan 2 Mojokerto, kemudian dilanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Mojokerto dan dilanjutkan lagi ke tempat lebih tinggi di Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan Negeri Mojokerto. Sebagian besar hidup saya dari anak-anak hingga remaja berada dalam lingkungan masyarakat Mojokerto yang kental dengan logat atau gaya bicara “Dialek Suroboyoan itu”. Sampai sekarang dialog logat Suroboyoan itu masih lengket dalam kehidupan walaupun lingkungan sekarang saya berada jauh dari tempat dimana saya pertama kali dimunculkan, atau dalam logat suroboyoannya adalah “di mak mbedundukkan…” atau “di mak mecungulkan…”.

Selepas SMA merupakan babak baru untuk masuk pada masa muda dengan disertai cerminan kepribadian matang sebagai dasar untuk melepaskan ketergantungan dari keluarga dan berusaha hidup mandiri serta berusaha menyelesaikan permasalahan hidup dengan kekuatan pikiran sendiri. Sejak tahun 1985 atas dorongan dan fasilitas dari kakak,  maka saya pergi ke Yogyakarta untuk menimbah ilmu dan belajar tentang hidup mandiri. Di Kota Yogyakarta inilah saya mulai menyesuaikan kehidupan baru dan terus bersosialisasi dengan lingkungan masyarakatnya dimana saya berada, hingga tanpa terasa kebiasaan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar itu akhirnya melahirkan suatu kenyamanan dalam hidup, walaupun jauh dari lingkungan keluarga. Melalui panjangnya perjuangan dan keseriusan dalam belajar akhirnya gelar kesarjanaan beserta keilmuan dalam bidang seni rupa – desain, saya dapatkan di Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Bermodalkan dengan keahlian dalam seni, khususnya seni rupa dan desain itulah, akhirnya saya nekat (bonek : bondo nekat) pergi merantau ke Jakarta untuk menemukan kehidupan yang lebih baik…itu kata orang lho… Orang Jawa Timur dalam dialolog Suroboyoan mengatakan pada seseorang… “Koen arep Mbonek nang Jakarta…ta…!!!” atau “Koen arep Mbambung nang Jakarta…ta…!!!”. Begitu panjangnya pengalaman hidup yang saya dapatkan dari masa muda hingga sekarang ini, kesemunya itu tidak muncul dengan sendirinya, akan tetapi melalui proses perjuangan dan pengorbanan serta usaha keras untuk mendapatkan hal itu semua. Percaya atau tidak, bahwa kedatangan saya ke Jakarta di awali dengan tergoresnya pekerjaan saya pertama sebagai “seorang tukang bangunan” pada proyek-proyek pembangunan gedung di Jakarta sekitar tahun 1991. Dari rentetan usaha keras akhirnya saya mendapatkan pengalaman hidup berharga dengan kekuatan pikiran sendiri dalam menghadapi relung-relung kehidupan di kota Jakarta. Sudah enam perusahaan tingkat nasional saya singgahi dan sudah banyak pengalaman kerja yang terserap dalam hidup, kesemuanya itu saya lakukan dengan kekuatan pikiran sendiri dan berprinsip “Jangan Kecewakan Pemberi Tanggung Jawab” dalam setiap pekerjaan. Dari Rentetan panjang tentang pengalaman hidup itulah akhirnya saya terdampar di Universitas Esa Unggul Jakarta sebagai Dosen untuk memberikan segala macam pengalaman ini kepada para mahasiswa, agar kelak mereka lulus nanti bisa menyesuaikan arti dunia kerja yang sebenarnya. Saya juga bersyukur kepada Allah SWT, lewat kharuniaNya melalui  Rektor Universitas Esa Unggul Jakarta telah memberikan “Beasiswa” untuk memperdalam keilmuan film dan televisi dengan mengambil bidang cinematography di Program Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta. Dalam situasi apapun saya berharap terus belajar menggali pengetahuan untuk mempertajam bidang keilmuan sampai jenjang pendidikan tertinggi, karena pada dasarnya “proses belajar tanpa ada batasan waktu dan usia”.

2. Opini

Semua tulisan yang ada di  “Teguh’s Blog212″ ini adalah murni opini saya terhadap rangkaian fenomena bergeraknya peradaban dunia ataupun peradaban yang terjadi di Indonesia itu sendiri. Segala macam yang saya hadirkan melalui tulisan dengan keragaman topik ini,  merupakan hasil pemikiran saya dengan didasari fakta dilapangan dan dalam pengolahannya mengaitkan perpaduan antara pengamatan langsung dengan pengamatan tak langsung serta didukung dengan literatur dari beragam sumber media, baik media cetak maupun media elektronik.

Setiap artikel yang saya hadirkan di sini, tidak hanya sekedar tulisan biasa saja, tetapi dalam pengupasannya begitu mendalam dan dikaji dari berbagai macam sudut pandang dan didukung dengan sumber-sumber yang dapat dipertanggung jawabkan, sehingga hasilnya mencerminkan suatu pemahaman yang kaya pandangan dan pengetahuan serta intelektualitas pemikiran. Dengan membaca artikel di blog ini, para pembaca akan memahami suatu topik yang diulas secara lengkap, sehingga akan merangsang pemikiran dan sekaligus menambah cakrawala berpikir serta memperluas pengetahuan hingga nantinya menjadi pribadi-pribadi yang penuh percaya diri dengan segala kemampuan yang dimiliki.

Semua tulisan ini adalah hasil obsesi pikiran saya tentang fenomena yang tejadi dalam masyarakat, seiring berkembangnya peradaban Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi tanpa pengendalian berarti dari setiap warganya, hingga munculnya berbagai macam ketimpangan multi dimensi di tengah masyarakat sebagai akibat dari kencangnya arus globalisasi yang berkembang. Hadirnya gaya hidup modern dan telah membudaya ditengah masyarakat adalah hasil terkontiminasinya “budaya lokal” dengan “budaya populer” sebagai jilmaan dari “budaya modern”  dan dibesarkan dalam suasana reformasi serba kebablasan…, telah sedikit banyak mengikis norma-norma ketimuran yang sudah menjadi adat dan jatidiri bangsa Indonesia, sejak Negara ini didirikan dan digantikan dengan sosok-sosok penuh sifat keglamouran hidup dan keberingasan dalam bersikap hingga carut marutnya sistem pemerintahan yang ada, bahkan “Pancasila sebagai Ideologi Bangsa” yang seharusnya menjadi pandangan dan pegangan hidup itu, telah ditelantarkan sebagai hiasan dinding semata dalam kantor, rumah, gedung pertemuan serta menjadi slogan belaka di dalam setiap kesempatan, tanpa dihayati dan diamalkan dalam kehidupan  berbangsa,  bernegara dan bermasyarakat sehingga  generasi yang terlahir mencerminkan sosok tidak “Pancasilais” tetapi yang “Populeris”.

Tulisan disini sebagai respon dari fenomena yang terjadi di masyarakat, baik sudah terjadinya transformasi budaya di dalamnya maupun masih terjaganya budaya asli Indonesia. Tulisan disusun dengan beberapa pengkategorian berdasarkan topik bahasan, guna mepermudah dalam penyusunan dan pencarian artikel. Tulisan dibuat dalam bahasa sederhana, lugas dan bersifat naratif dengan harapan supaya mudah dipahami bagi semua orang. Saya hadirkan juga secara khusus bagi mereka yang suka berpikir berat , yaitu kumpulan topik yang mengulas suatu permasalahan bersama pembahasannya secara argumentatif disertai dengan solusinya, dalam kelompok ini gaya bahasanya pada bagian tertentu terdapat penajaman sehingga intonasi yang tercermin mengisyaratkan penyesuaian keadaan, sehingga pesan lebih mantap dipahami. Segala macam opini yang merespon kasus-kasus dilapangan itu, kesemuanya  terangkum dalam bentuk artikel “Jurnal Ilmiah” pada kategori “Karya Ilmiah”.

Untuk memperjelas tulisan yang akan dibuat, bersama ini saya juga “memohon ijin mengunduh” tentang fotot-foto pada situs-situs terkait sesuai dengan topik permasalahan yang diulas, semata-mata untuk “Kepentingan Misi Sosial” dalam bentuk pembelajaran maya, guna berbagi pengetahuan pada sesama dan bukan untuk “kepentingan Bisnis”.

Akhirnya saya berharap, segala macam apa yang ada di dalam “Teguh’s Blog212” ini bisa bermanfaat bagi sesama dan sekaligus sebagai bentuk suatu pembelajaran maya untuk semua orang yang memang memerlukannya, hingga nantinya dapat menjadi magnit pencerahan hidup masyarakat.  Saya juga berharap dari para pembaca berupa masukan-masukan positif guna kesempurnaan tulisan selanjutnya.

 

            

 

         

 


“LESTARIKAN DAN TUMBUH KEMBANGKAN BUDAYA ASLI INDONESIA DARI PENGARUH DERASNYA ARUS GLOBALISASI TANPA MENGHILANGKAN JATIDIRI BANGSA”

 

 

Salam Budaya Indonesia…

 

 

 

Leave a Reply