TEKNIK FOTOGRAFI 11 (PENCIPTAAN MOTIF)

TEKNIK FOTOGRAFI 11 (PENCIPTAAN MOTIF)

Oleh : Teguh Imanto

teguhs blog logo fin

Teguh trDalam proses penciptaannya fotografi dapat diaplikasikan untuk memotret guna mengabadikan peristiwa-peristiwa secara nyata atau secara realistis berdasarkan keadaan obyek yang sebenarnya di lapangan tanpa ada unsur perekayasaan di dalamnya. Untuk yang satu ini dapat diklasifikasikan Fotografi Jurnalistik dimana fungsinya utuk mengkomunkasikan peristiwa-peristiwa secara nyata melalui pemberitaan baik secara media visual seperti Koran, majalah dan tabloid atau secara audio visual seperti pemberitaan televisi. Selain hal itu, fotografi juga dapat diaplikasikan pada penciptaan gambar-gambar yang mevisualisasikan proses imajinatif dari para fotografernya atau para kreatornya dengan didasari oleh perekayasaan obyek yang menjadi obsesinya itu. Untuk fotografi yang didominasi dengan unsur perekayasaan obyeknya ini dapat diklasifikasikan dalam kelompok Fotografi Seni dan Fotografi Desain, dimana penjelasannya telah saya bahas pada posting sebelumnya.

Berdasarkan dengan perekayasaan obyek foto, maka kali ini saya akan membahas tentang bagaimana caranya menciptakan karya fotografi dengan visualisasi membentuk sebuah motif tertentu dengan keragaman karakter yang unik di dalamnya. Penciptaan fotografi motif ini dalam proses penciptaannya, tidak dapat dibayangkan sebelumnya akan menghasilkan suatu karya sesuai dengan rencana. Keunikan dan kekaguman hasil karya akan muncul dengan sendirinya ketika memasuki dalam taraf proses pengeditan foto tersebut yang dibantu dengan teknologi computer grafis lewat program Photoshop. Hasil karya fotografi ini banyak digunakan untuk berbagai macam keperluan, bisa berdiri sendiri sebagai karya fotografi seni yang melambangkan image pencitraan atau untuk keperluan disain seperti desain tekstil, kertas kado, background serta keperluan lainnya. Untuk membahas teknik ini secara tuntas berikut ini adalah uraiannya :

 

A. Pengertiannya

Karya fotografi ini merupakan klasifikasi dari jenis Fotografi Seni dan juga bisa digolongkan dalam Fotografi Desain, tergantung dari fungsi yang menyertainya. Ciri khusus dari fotografi ini mencerminkan atau mevisualisasikan sebuah motif dengan  keragaman ornament dari berbagai macam karakter yang ada didalamnya. Hasil foto bukanlah mengilustrasikan suatu peristiwa kehidupan sehari-hari dan bukan pula menggambarkan suatu bentuk kebendaan secara nyata  yang ada di tengah masyarakat, akan tetapi berwujud gambar simbolik dengan bentuk motif atau ornament tertentu. Karya ini bukanlah wujud jepretan asli dari sebuah kamera fotografi, akan tetapi sudah mengalami proses pengeditan atau perekayaan oleh fotografernya hingga menghasilkan sebuah karya yang unik dan wujudnya itu tak terbayangkan sebelumnya dalam proses perencanaan. Keunikan ini dapat terwujud dengan mudah berkat bantuan sentuhan teknologi komputer grafis lewat program Adobe Photoshop.

 

B. Fungsinya

Penciptaan fotografi motif bisa berfungsi sebagai karya fotografi berdiri sendiri dalam kelompok Fotografi Seni, dimana kedudukannya bisa dipamerkan secara tersendiri dalam dalam pameran foto dengan tema tertentu di sebuah galeri atau ruang pamer. Selain itu karya ini juga digolongkan dalam jenis Fotografi Desain untuk keperluan membuat sebuah karya desain seperti desain tekstil, desain kertas kado, desain keramik dan untuk keperluan background karya serta yang lainnya, kesemuanya itu tergantung dari selera perancangnya atau desainernya.

 

C. Kamera yang Digunakan

Kamera yang digunakan dalam melakukan pemotretan lebih mudah menggunakan kamera berteknologi digital, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam proses pengeditan dan pencetakannya yang sudah mengunakan system komputerisasi. Format kamera yang digunakan tentunya lebih mudah menggunakan berformat kecil atau disebut juga dengan kamera 135 mm dan dikenal dengan istilah kamera Single Lens Relex, yang disingkat menjadi Kamera Digital SLR. Penggunaan kamera jenis ini, dikarenakan adanya flesibelitas dalam pergantian lensa. Kamera digital dalam bentuk poket juga bisa digunakan sepanjang mega pixelnya memadai yaitu minimal 6 mega pixel.

 

D. Proses Penciptaannya

Teknik ini saya berikan pada mahasiswa Universitas Esa Unggul yang mengambil matakuliah Fotografi untuk menciptakan dua kategori sesuai dengan pilihannya berdasarkan proses eksperimen yang telah dilakukannya. Dalam implementasinya, langkah pertama harus diarahkan pada pemotretan “Foto Master” terlebih dahulu. Dari “Foto Master” inilah kemudian dilakukan perekayasaan melalui pengeditan dengan bantuan teknologi komputer grafis lewat program Adobe Photoshop. Dalam menciptakan “Foto Master” ini obyek bisa bermacam macam seperti permainan cahaya lampu dengan karakter garis berwarna-warni hasil goyangan kamera terhadap obyek neon sign sebuah logo perusahaan, sebuah lukisan abstrak, sebuah kain batik, cipratan air atau cat serta obyek lainnya yang dianggap menarik dari proses imajinasi para kreatornya. Dibawah ini merupakan contoh dari “Foto Master” dengan obyek yang bervariasi seperti berikut ini :

 

Abstrak Cahaya 2

 

 

lukisan 6

 

 

Efek air 3

 

 

kain 1

* Karya Foto Master dalam berbagai macam obyek seperti cahaya lampu neon sign, lukisan cat minyak, cipratan air dan kain batik, akan menciptakan motif atau ornament khusus nantinya setelah melalui proses perekayasaan dengan sentuhan teknologi komputer grafis lewat program Adobe Photoshop*

 

Sesudah menciptakan berbagai macam “Foto Master” beserta dengan karakternya itu, maka langkah berikutnya mulai melakukan pengeditan secara digital dengan bantuan teknologi komputer grafis lewat program Adobe Photoshop. Pada proses ini setiap “Foto Master” akan digandakan sebanyak 4 kali dan ditransform secara horozontal dan vertical kemudian disusun secara memutar 360 derajat sampai pada akhirnya terciptalah sebuah motif yang tak terduga dan tak terbayangkan sebelumnya. Untuk melakukan hal tersebut, berikut ini adalah tahapan proses penciptaannya :

 

  1. Nyalakan komputer dan pastikan di dalam komputer tersebut telah tertanam program komputer grafis berbasis pada Pixel diantaranya adalah Adobe Photoshop.
  2. Jalankan Program Adobe Photoshop melalui klik Start – All Programs – Adobe Photoshop dan tunggu proses Loadingnya.
  3. Setelah proses loading selesai, maka lakukan klik File – New – kemudian keluar kotak dialog program dan pilihlah format kertas yang dipakai adalah A4 (secara automatis ukuran kertas akan menyesuaikan yaitu 29,7 cm  X 21 cm) lalu tekan oke. Pemilihan ukuran kertas dengan menggunakan A4 ini, supaya hasilnya gambarnya besar.
  4. Tampilan kertas yang terjadi adalah Potret (Tampilan berdiri atau vertical). Lakukan perubahan menjadi Lanscape (Tampilan mendatar atau horizontal) dengan melakukan klik menu Image – Rotate Canvas – 90 derajat CW, secara automatis kertas berubah menjadi mendatar atau berformat Lanscape.
  5. Setelah kertas atau kanvas telah tersedia di dalam sistem, maka langkah berikutnya adalah memulai pembuatan karya fotografi dengan visialisasi sebuah motif. Buka salah satu “Foto Master” yang ingin dijadikan obyek dengan cara klik menu File – Open, maka keluar kotak dialog Open…, pilih nama file yang dikehendaki dimana anda menyimpan file tersebut. Setelah selesai memilih salah satu nama file dengan bentuk seleksi pada file tersebut misalnya “Cahaya Abstraks 1”, kemudian klik Open…, maka keluarlah gambar tersebut.
  6. Lakukan penyeleksian pada “Foto Master” tersebut, bisa menggunakan seleksi tool yang ada pada Tools Box misalnya Ractangular Marquee dan lakukan dengan cara mendrag pada gambar tersebut sesuai dengan kesukaan. Pengambilan gambar pada waktu penyeleksian perlu diperhatikan dalam mengambil sudut pandang, kalau perlu bisa melakukan perputaran obyek terlebih dahulu sebelum diseleksi. Kalau gambar obyek tersebut sudah yakin gambarnya tidak perlu lagi diedit, maka juga bisa dilakukan dengan cara kedua yaitu menyeleksi secara keseluruhan, dengan cara klik menu Select – All. Setelah gambar obyek dalam keadaan terseleksi, maka langkah berikutnya adalah mengambil gambar dengan cara klik menu Edit – Copy atau Cut, kemudian tutup file gambar tersebut. Jika ada perintah Save…, maka lakukan dengan cara tidak penyimpannya agar gambar tersebut tidak rusak…lewat teks No.
  7. Pastikan kanvas yang anda rancang tadi dalam keadaan aktif. Gambar yang telah dicopy atau dicut tadi perlu ditampilkan ke dalam kavas itu dengan cara klik menu Edit – Paste, maka gambar yang tersimpan dalam clipboard tadi secara automatis akan menempel dengan sendirinya pada kanvas tersebut termasuk layernya.
  8. Pada penampilannya gambar tersebut terkadang kecil ukuran dan terkadang pula besar ukurannya tergantung dari besarnya file gambar yang di copy atau dicut. Untuk menyesuaikan dengan ukuran kanvas yang tersedia, maka lakukan pengeditan untuk memperbesar atau memperkecil gambar dengan cara klik menu Edit – Transform – Scale, dalan lakukan dengan menahan Shift agar pergerakkannya proporsional.
  9. Lakukan pengeditan gambar dengan ukuran ¼ (seper empat) bidang kanvas. Kalau sudah tempatkan gambar tersebut pada sudut kiri atas, dengan cara menggesernya pakai Move Tool. Pada palet layer jangan lupa memberi nama motif 1 melalui klik ganda kemudian ketik nama pada layernya.
  10. Sekarang waktunya nulai memperbanyak gambar tersebut sebanyak empat buah disusun secara memutar hingga nantinya membentuk sebuah motif tertentu. Pastikan layer motif 1 dalam keadaan aktif. Kemudian pada palet leyer klik menu pada palet layer tersebut (posisinya ada di ujung kanan palet layer) , pilih dengan cara klik Duplicate Layer…, kemudian keluar kotak dialog Duplicate Layer, ketik motif 2 lalu klik oke. Secara automatis layer 2 muncul diatasnya, tetapi gambar tidak kelihatan (tertumpuk).
  11. Pastikan layer motif 2 dalam keadaan aktif, kemudian klik gambar motif 2 yang tertumpuk itu dengan menggunakan Move Tool bergeser ke kanan hingga menempati pojok kanan atas. Dalam keadaan begini gambar masih sama wujudnya. Supaya gambar saling menyatu ujung kanan kirinya, maka lakukan pengeditan secara Miror atau pencerminan secara horizontal hingga menimbulkan satu hubungan antara gambar satu dengan yang lainnya. Pengeksekusiannya adalah klik menu Edit – Transform – Flip Horizontal. Secara sekejap gambar motif 2 sudah terbalik dan menyatu dengan gambar motif 1.
  12. Langkah berikutnya adalah membuar gambar motif 3 sebagai sambungan dibahnya. Cara ini dilakukan dengan cara aktifkan layer motif 2. Kemudian pada Palet Layer klik menunya dan pilih Duplicate layer, maka keluarlah kotak dialog Duplicate Layer, kemudian ketik motif 3 lalu klik oke. Secara automatis layer 3 muncul diatasnya, tetapi gambar tidak kelihatan (tertumpuk).
  13. Pastikan layer motif 3 dalam keadaan aktif, kemudian klik gambar motif 3 yang tertumpuk itu dengan menggunakan Move Tool bergeser ke bawah hingga menempati pojok kanan bawah. Dalam keadaan begini gambar masih sama wujudnya seperti gambar motif 2. Supaya gambar saling menyatu ujung bawah atasnya, maka lakukan pengeditan secara Miror atau pencerminan secara vertical hingga menimbulkan suatu hubungan antara gambar satu dengan yang lainnya. Pengeksekusiannya adalah klik menu Edit – Transform – Flip Vertical. Secara sekejap gambar motif 3 sudah terbalik dan menyatu dengan gambar motif 2.
  14. Langkah berikutnya adalah membuar gambar motif 4 penutupnya hingga nantinya membentuk sebuah motif. Cara ini dilakukan dengan cara aktifkan layer motif 3. Kemudian pada Palet Layer klik menunya dan pilih Duplicate layer, maka keluarlah kotak dialog Duplicate Layer, kemudian ketik motif 4 lalu klik oke. Secara automatis layer 4 muncul diatasnya, tetapi gambar tidak kelihatan (tertumpuk).
  15. Pastikan layer motif 4 dalam keadaan aktif, kemudian klik gambar motif 4 yang tertumpuk itu dengan menggunakan Move Tool bergeser ke kiri hingga menempati pojok kiri bawah. Dalam keadaan begini gambar masih sama wujudnya seperti gambar motif 3. Supaya gambar saling menyatu ujung kanan kiri dan atas bawahnya , maka lakukan pengeditan secara Miror atau pencerminan secara vertical hingga menimbulkan suatu hubungan antara gambar satu dengan yang lainnya. Pengeksekusiannya adalah klik menu Edit – Transform – Flip Horizontal. Secara sekejap gambar motif 4 sudah terbalik dan menyatu dengan gambar motif 3 ke kanannya dan menyatu dengan motif 1 ke atasnya.
  16. Sampai disini gambar sudah menyatu seluruhnya dan membentuk sebuah karya motif  yang fantastis dan kesemuanya itu tak terbayangkan sebelumnya. Karya fotografi yang mevisualisasikan sebuah motif telah selesai, dan lakukan penyimpanannya dengan format JPEG atau JPG dengan cara klik menu File – Seve, dan setelah keluar kotak dialog Save AS…lalu ketik namanya misalnya Motif Lighting 1sesudah itu klik Save. Selesailah karya yang kita buat dan tutup kembali programnya.

 

Berikut ini adalah contoh-contoh yang saya lakukan dengan berbagai macam karakter seperti penampilan gambar atau foto berikut ini :   Karya fotografi di bawah ini diciptakan dengan menggunakan “Master Foto” yang diambil gambarnya dari cahaya lampu di malam hari goyangan kamera berulang-ulang pada Speed “B”. Dengan menggunakan bantuan perangkat teknologi komputer grafis melalui proses imajinasi perekayasaan yang kreatif hingga dapat menciptakan sebuah motif seperti di bawah ini :

 

Motif Cahaya 1

 

 

Motif Cahaya 2

 

 

Motif Cahaya 3

 

 

Motif Cahaya 4

 

 

Motif Cahaya 5

 

 

Motif Cahaya 6

 

 

Motif Cahaya 7

 

 

Motif Cahaya 8

* Beberapa karya fotografi diatas diciptakan dengan bantuan teknologi komputer grafis dalam melakukan pengeditan atau perekayasaan hingga terbentuknya sebuah karya foto yang mevisualisasikan sebuah Motif tertentu berdasarkan dari dasar fotonya yaitu dari unsur cahaya *

 

Karya fotografi di bawah ini diciptakan dengan menggunakan “Master Foto” yang diambil gambarnya dari sebuah lukisan dengan visualisasi perpaduan warna dalam goresan cat minyak di atas kanvas. Dengan menggunakan bantuan perangkat teknologi komputer grafis melalui proses imajinasi perekayasaan yang kreatif lewat program Adobe Photoshop maka terciptalah  sebuah motif seperti di bawah ini :

 

Motif Warna 1

 

 

Motif Warna 2

 

 

Motif Warna 3

 

 

Motif Warna 4

 

 

Motif Warna 5

 

 

Motif Warna 6

* Beberapa karya fotografi diatas diciptakan dengan bantuan teknologi komputer grafis dalam melakukan pengeditan atau perekayasaan hingga terbentuknya sebuah karya foto yang mevisualisasikan sebuah Motif tertentu berdasarkan dari dasar fotonya yaitu dari unsur sebuah lukisan *

 

Karya fotografi di bawah ini diciptakan dengan menggunakan “Master Foto” yang diambil gambarnya dari sebuah kain batik dalam beragam corak . Dengan menggunakan bantuan perangkat teknologi komputer grafis melalui proses imajinasi perekayasaan yang kreatif lewat program Adobe Photoshop maka terciptalah  sebuah motif seperti di bawah ini :

 

Motif Batik 1

 

 

Motif Batik 2

 

 

Motif Batik 3

 

 

Motif Batik 4

* Beberapa karya fotografi diatas diciptakan dengan bantuan teknologi komputer grafis dalam melakukan pengeditan atau perekayasaan hingga terbentuknya sebuah karya foto yang mevisualisasikan sebuah Motif tertentu berdasarkan dari dasar fotonya yaitu dari unsur sebuah kain batik *

 

Karya fotografi di bawah ini diciptakan dengan menggunakan “Master Foto” yang diambil gambarnya dari berbagai efek cipratan air . Dengan menggunakan bantuan perangkat teknologi komputer grafis melalui proses imajinasi perekayasaan yang kreatif lewat program Adobe Photoshop maka terciptalah  sebuah motif seperti di bawah ini :

 

Motif Efek Air 1

 

 

Motif Efek Air 2

 

 

Motif Efek Air 3

 

 

Motif Efek Air 4

* Beberapa karya fotografi diatas diciptakan dengan bantuan teknologi komputer grafis dalam melakukan pengeditan atau perekayasaan hingga terbentuknya sebuah karya foto yang mevisualisasikan sebuah Motif tertentu berdasarkan dari dasar fotonya yaitu dari unsur sebuah kain batik *

 

* TINGGALKAN KOMENTAR ANDA…

Silakan utarakan opini Anda terhadap tulisan ini, guna melatih dan merangsang pemikiran hingga melahirkan suatu pendapat. Komentar yang akan disampaikan hendaknya berkaitan dengan topik permasalahan yang diulas… dan terima kasih sebelumnya… atas kunjungan Anda di Blog ini serta menggoreskan opini lewat komentar…

 

Daftar Pustaka :

Davis, Harold. 2011. Creative Lanscapes : Digital photography Tips & Techniques. Indianapolis, Indiana : Willy Publishing. Inc.

Story, Derrick. 2004. Digital Photography Hacks. Gravenstein Highway North. Sebastopol CA : O’ Reilly Media. Inc.

Sugiarto, Atok. 2006. Indah Itu Mudah, Buku Paduan Fotografi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Sugiarto, Atok. 2006. Cuma Buat yang Ingin Jago Foto. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Hadiiswa. 2008. Fotografi Digital: Membuat Foto Indah dengan Kamera Saku. Jakarta : Mediakita.

Alwi, Audy Mirza. 2004. Fotografi Jurnalistik : Metode Memotret dan Mengirim Foto ke Media Massa. Jakarta : Bumi Askara.

Giwanda, Griand. 2001. Paduan Praktis Belajar Fotografi. Jakarta : Puspa Swara.

Giwanda, Griand. 2002. Paduan Praktis teknik Studio Foto. Jakarta : Puspa Swara.

Mulyanta, Edi. S. 2007. Teknik Modern Fotografi Digital. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Ardiansyah, Yulian. 2005. Tip & Trik Fotografi Teori dan Aplikasi Belajar Fotografi. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Feininger, Andreas, Edit : RM. Soelarko. 1999. The Complete Photographer. Segi Teknik Fotografi. Semarang : Dahara Prize.

ARPS, Ray Hayward, Edit : RM. Soelarko. 2002. The Craft of Photography. Semarang : Dahara Prize.

Beberapa situs terkait dengan topik permasalahan dan diinterpretasikan ulang tetapi tidak mengurangi substansi di dalamnya.

Posted in FOTOGRAFI | 6 Comments

Leave a Reply