TEKNIK FOTOGRAFI 9 (APLIKASI DEPTH OF FIELD)

TEKNIK FOTOGRAFI 9 (APLIKASI DEPTH OF FIELD)

Oleh : Teguh Imanto

teguhs blog logo fin

Teguh trSetelah kita mengetahui teori-teori yang berkaitan dengan fotografi, mulai dari sejarahnya dengan pengupasan hadirnya perkembangan kelahiran kamera fotografi, komponen-komponen yang terkait dengan penggunaan kamera hingga pengklasifikasian jenis fotografi itu sendiri. Pada topik berikutnya, Saya akan membahas tentang bagaimana teknik-teknik pencitaan dalam fotografi yang banyak ragamnya itu diciptakan. Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang penciptaan karya fotografi yang mempergunakan pengaplikasian teknik  Depth of Field ke dalam sebuah karya.  Pada suatu saat mungkin diantara kita pernah melihat atau menjumpai sebuah karya fotografi yang menonjolkan obyek secara close-up disertai dengan latar belakang yang kabur. Apa yang telah kita uraikan di atas merupakan salah satu dari pengaplikasian teknik sederetan teknik yang ada, dan teknik tersebut dinamakan teknik Depth of Field dalam sebuah karya fotografi. Teknik ini memang sangat menarik perhatian, karena dapat menciptakan center of interest pada orang yang melihatnya. Untuk membahas bagaimana sebuah karya itu dilakukan berikut ini adalah rinciannya.

 

A. Pengertiannya

Pada prinsipnya Depth of Field dalam fotografi mempunyai pengertian kedalaman ruang tajam pada sebuah obyek bidikan. Ketajaman sebuah obyek atau lebih dikenal dengan tepatnya titik focus pada sasaran obyek, tergantung dari rentan jarak kamera dengan obyek yang dapat diterima pada tepatnya titik focus dari lensa kamera.  Nilai efek dari Depth of Field sangat bervariasi, hal ini tergantung dari banyaknya susunan obyek yang dibidik. Apabila obyeknya tunggal, maka titik focus akan mudah diterima perbedaannya dan tampak jelas antara obyek dan latar belakangnya. Jika kita focuskan pada obyek, maka latar belakangnya akan terlihat kabur dan begitu pula sebaliknya, apabila kita focuskan pada latar belakangnya, maka obyek yang ada didepannya itu akan terlihat kabur. Sementara nilai efek kekaburan yang ditimbulkan tergantung dari jarak obyek yang dibidik dengan latar belakangnya. Semakin jauh latar belakang dari obyek, maka nilai kekaburannya makin tinggi. Nilai efek Depth of Field akan berbeda pula pada pengaplikasian obyek dalam jumlah banyak yang ditata secara berderet dengan jarak tertentu. Kekaburan akan terlihat bervariasi nilainya tergantung dari posisi benda yang terkena titik focus. Perlu diketahui perubahan titik focus tidak berganti secara kontras atau dalam bentuk patahan, namun timbulnya tertata dalam gradasi intensitas kekaburan yang makin jauh makin menurun dan akhirnya hilang dalam kekaburan. Efek ini akan terlihat jelas ketika dalam pemotretan benda yang ditata secara bederet.

 

B. Fungsinya

Pengaplikasian teknik Depth of Field dalam karya fotografi adalah berfungsi sebagai penonjolan obyek yang akan divisualisasikan pada khalayak. Obyek yang mempunyai nilai tertentu atau katakanlah penyampai pesan  berdasarkan konteksnya itu, akan terlihat menonjol dibandingkan dengan yang lainnya terutama pada obyek yang banyak, sedangkan untuk obyek tunggal akan terlihat lebih kuat penampilannya. Karya karya yang mempergunakan teknik tersebut akan lebih menimbulkan center of interest atau pusat perhatian terhadap para penglihatnya atau khalayak. Pengaplikasian teknik semacam ini lebih difokuskan pada jenis-jenis Fotografi Jurnalistik, Fotografi Seni dan Fotografi Desain. Dalam Fotografi Desain teknik ini sering dipakai untuk pembuatan iklan produk dengan tujuan untuk menyampaikan pesan produk, dimana nantinya diharapkan bisa menarik perhatian dari pemirsanya terhadap apa yang telah disajikan dalam iklan tersebut, meskipun jenis-jenis yang lain tidak menutup kemungkinan untuk mengaplikasikannya.

 

C. Kamera yang Digunakan

Kamera yang digunakan dalam melakukan pemotretan lebih mudah menggunakan kamera berteknologi digital, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam proses pengeditan dan pencetakannya. Format kamera yang digunakan tentu lebih mudah menggunakan format kecil atau disebut juga dengan kamera 135 mm dan dikenal dengan istilah kamera Single Lens Relex, yang disingkat menjadi Kamera Digital SLR. Penggunaan kamera jenis ini, dikarenakan adanya fleksibelitas dalam pergantian lensa serta adanya beberapa fitur pengaturan yang tidak dimiliki oleh kamera jenis lain misalnya kamera poket.

 

D. Proses Penciptaannya

Teknik Depth of Field ini saya berikan pada mahasiswa Universitas Esa Unggul yang mengambil matakuliah Fotografi untuk menciptakan dua kategori dari Teknik Depth of Field yaitu benda tunggal dan benda banyak. Dalam implementasinya mereka saya berikan contoh melalui praktek langsung dilapangan, yaitu untuk melakukan pemotretan benda dengan menggunakan teknik Depth of Field ini. Berikut ini cara-cara yang saya lakukan bersama dengan para mahasiswa melakukan pemotretan :

 

a. Kategori Benda Tunggal

Pada kategori pemotretan benda tunggal dengan menggunakan teknik Depth of Field dapat dijabarkan sebagai berikut.

  1. Siapkan benda yang akan dipotret sebagai obyek dalam karya tersebut dan tempatkan di luar ruangan atau outdoor, benda tersebut bisa berupa bunga atau benda-benda lain yang posisinya diam. Kalau memang benda yang dipotret adalah binatang, maka pilih yang jalannya lambat atau binatang dalam keadaan terdiam, mungkin hewannya lagi bengong dan mengatuk… dikarenakan kekenyangan kalie…
  2. Posisikan benda dari latar belakang yang jauh, hal ini bertujuan untuk menciptakan kesan kekaburan yang tinggi. Untuk melakukan hal tersebut, bisa dilakukan memanipulasi tempat dengan memilih yang pas, yaitu menempatkan benda tersebut ke arah pohon yang rimbun dalam view kamera. Untuk obyek hewan cari sudut pandang terbaik seperti cara diatas, sehingga posisi hewan berada jauh dari latar belakangnya.
  3. Siapkan kamera Digital Single Lens Reflex atau Digital SLR dengan merek apa saja yang anda punya. Atur setelan Diafragma (F), Kecepatan (S) dan ISO secara tepat berdasarkan keadaan cuaca yang ada. Untuk menghasilkan ketejaman latar belakang yang tinggi, pilih posisi angka diafragma  bukaannya sedang dengan memperhitungkan kecepatan yang digunakan (lihat cara pengaturanya di materi sebelumnya dalam blog ini). Pilih pengaturan Focus ke posisi manual, supaya lebih mudah untuk mengatur focusnya nanti.
  4. Bidik obyek tersebut dengan kamera dan dekatkan posisi kamera pada obyek tersebut. Jarak kira-kira satu meter tergantung keadaan bisa kurang dan bisa lebih sambil melihat jendela view kamera disertai mengatur zoom pada titik terdekat. Untuk pemotretan hewan jarak pemotretannya agak jauh dapat dibantu dengan menggunakan zoom sedang.
  5. Ambil Angle yang terbaik dalam frame Close-Up sambil mengatur jarak zoom, dan atur koposisinya antara bidang  atas, bawah, kiri dan kanan dalam frame tersebut hingga posisi obyek terlihat menarik.
  6. Ketika anda menciptakan bentuk frame secara Close-Up, maka efek dari Depth of Filed secara aoutomatis akan tercipta dengan sendirinya. Pada saat itulah anda atur ketajaman obyek dengan memutar gelang focus antara ke kiri dan ke kanan untuk mencari ketepatan titik focus.
  7. Setelah ditemukan ketepatan titik focus pada obyek dengan latar belakng yang kabur, maka tahapan terakhir tekan tombol Shutter Speed… je… je… Jepret…, maka dalam hitungan detik karya akan tercipta dengan sendirinya di depan anda sambil   melihat ke arah body belakang kamera… dan berteriak… wow…!

 

Berikut ini adalah contoh karya fotografi dengan menggunakan teknik pengaplikasian Depth of Field dari eksperimen yang saya lakukan untuk teknik di atas, dengan menggunakan Kamera Nikon D90.

Dari karya-karya ini terlihat latar belangnya kabur dengan intensitas tinggi, kecuali untuk obyek burung elang dan burung merak tingkat kekaburan latar belakangnya berkurang disebabkan terlalu dekat dengan obyeknya.

 

Flower in DOF

 

 

Red Flower In DOF

 

 

Surya 16 In DOF

 

 

Elang In DOF

 

 

Merak In  DOF

 

 

Komodo In DOF 1

 

 

Komodo In DOF 2

 

 

Komudo In DOF 3

 

 

Komodo In DOF 4

 

 

Komodo In DOF 5

* Karya fotografi yang memakai teknik Depth of Field pada beberapa obyek dengan tujuan untuk menonjolkan obyek hingga menimbulkan center of interest dari karya tersebut. Penampilan teknik ini akan berhasil dengan menempatkan obyek pada posisi jauh dengan latar belakangnya *

 

a. Kategori Benda Banyak

Pada kategori pemotretan benda banyak dengan menggunakan teknik Depth of Field dapat dijabarkan sebagai berikut.

  1. Siapkan benda yang akan dipotret sebagai obyek dalam karya tersebut dan tempatkan di luar ruangan atau outdoor, bisa bermacam-macam bendanya. Pada pemotretan kali ini saya menggunakan benda minuman yang berbeda yaitu Cocacola, Fanta dan Sprite.
  2. Atur benda tersebut secara berderet dengan jarak tertentu misalnya saya menggunakan jarak lebih kurang 50 cm antar benda. Posisikan benda tersebut dari latar belakang yang jauh, hal ini bertujuan untuk menciptakan kesan kekaburan yang tinggi. Untuk melakukan hal tersebut bisa dilakukan manipulasi tempat dengan memilih yang pas yaitu menempatkan benda ke arah pohon yang rimbun dalam view kamera.
  3. Siapkan kamera Digital Single Lens Reflex atau Digital SLR dengan merek apa saja yang anda punya. Atur setelan Diafragma (F), Kecepatan (S) dan ISO secara tepat berdasarkan keadaan cuaca yang ada. Untuk menghasilkan ketejaman latar belakang yang tinggi, pilih angka diafragma  bukaannya sedang dengan memperhitungkan kecepatan yang digunakan (lihat cara pengaturanya di materi sebelumnya dalam blog ini). Pilh pengaturan Focus ke posisi manual, supaya lebih mudah untuk mengatur focusnya nanti.
  4. Bidik obyek tersebut dengan kamera dan dekatkan posisi kamera yang anda pegang dengan obyek tersebut. Jarak kira-kira satu meter tergantung kedaan bisa kurang dan bisa lebih sambil melihat jendela view kamera disertai mengatur zoom pada titik terdekat.
  5. Ambil Angle yang terbaik dalam frame Close-Up sambil mengatur jarak zoom, dan atur koposisinya antara atas, bawah, kiri dan kanan dalam frame tersebut hingga posisi obyek terlihat menarik.
  6. Ketika anda menciptakan bentuk frame secara Close-Up, namun untuk benda semacam botol minuman ini, framenya dikategorikan Full Shot, maka efek dari Depth of Filed secara aoutomatis akan tercipta dengan sendirinya. Pada saat itulah anda atur ketajaman obyek dengan memutar gelang focus antara kekiri dan kekanan untuk mencari ketepatan titik focus. Penentuan titik focus terhadap obyek yang berjajar itu secara bergantian pengaturannya. Dimulai dari pengaturan ketajaman benda yang didepan, kemudian benda yang ada di tengah dan terakhir pada benda yang ada di belakang.
  7. Setelah ditemukan ketepatan titik focus pada obyek dengan latar belakng yang kabur, maka tahapan terakhir tekan tombol Shutter Speed… je… je… Jepret…, untuk benda depan dan … je… je… Jepret…, untuk benda tengah serta … je… je… Jepret…, untuk benda yang ada di paling belakang,  maka dalam hitungan detik ketiga karya itu akan ter… Ter… cipta…je…!

Berikut ini adalah contoh karya fotografi dengan menggunakan teknik pengaplikasian Depth of Field dari eksperimen yang saya lakukan untuk teknik di atas, dengan menggunakan Kamera Nikon D90.

 

Focus Depan 1

 

 

Focus Tengah 1

 

 

Focus Belakang 1

 

 

 

Focus Depan 3

 

 

Focus Tengah 3

 

 

Focus Belakang 3

 

 

 

Focus Depan 2

 

 

Focus Tengah 2

 

 

Focus Belakang 2

* Karya fotografi yang memakai teknik Depth of Field pada beberapa obyek dengan tujuan untuk menonjolkan obyek hingga menimbulkan center of interest dari karya tersebut. Penampilan teknik ini akan berhasil dengan menempatkan obyek pada posisi berderet disertai dengan latar belakangnya yang jauh *

 

* TINGGALKAN KOMENTAR ANDA…

Silakan utarakan opini Anda terhadap tulisan ini, guna melatih dan merangsang pemikiran hingga melahirkan suatu pendapat. Komentar yang akan disampaikan hendaknya berkaitan dengan topik permasalahan yang diulas… dan terima kasih sebelumnya… atas kunjungan Anda di Blog ini serta menggoreskan opini lewat komentar…

 

Daftar Pustaka :

Davis, Harold. 2011. Creative Lanscapes : Digital photography Tips & Techniques. Indianapolis, Indiana : Willy Publishing. Inc.

Story, Derrick. 2004. Digital Photography Hacks. Gravenstein Highway North. Sebastopol CA : O’ Reilly Media. Inc.

Sugiarto, Atok. 2006. Indah Itu Mudah, Buku Paduan Fotografi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Sugiarto, Atok. 2006. Cuma Buat yang Ingin Jago Foto. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Hadiiswa. 2008. Fotografi Digital: Membuat Foto Indah dengan Kamera Saku. Jakarta : Mediakita.

Alwi, Audy Mirza. 2004. Fotografi Jurnalistik : Metode Memotret dan Mengirim Foto ke Media Massa. Jakarta : Bumi Askara.

Giwanda, Griand. 2001. Paduan Praktis Belajar Fotografi. Jakarta : Puspa Swara.

Giwanda, Griand. 2002. Paduan Praktis teknik Studio Foto. Jakarta : Puspa Swara.

Mulyanta, Edi. S. 2007. Teknik Modern Fotografi Digital. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Ardiansyah, Yulian. 2005. Tip & Trik Fotografi Teori dan Aplikasi Belajar Fotografi. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Feininger, Andreas, Edit : RM. Soelarko. 1999. The Complete Photographer. Segi Teknik Fotografi. Semarang : Dahara Prize.

ARPS, Ray Hayward, Edit : RM. Soelarko. 2002. The Craft of Photography. Semarang : Dahara Prize.

Beberapa situs terkait dengan topik permasalahan dan diinterpretasikan ulang tetapi tidak mengurangi substansi di dalamnya.

Posted in FOTOGRAFI | Tagged | Leave a comment

Leave a Reply