TEKNIK FOTOGRAFI 8 (FOTOGRAFI DOKUMENTASI)

TEKNIK FOTOGRAFI 8 (FOTOGRAFI DOKUMENTASI)

Oleh : Teguh Imanto 

teguhs blog logo fin

teguh fin 1Kita mengakui bahwa keberadaan fotografi dalam kehidupan manusia begitu dekatnya. Hampir setiap aktifitas manusia tak terlepas dari peran kamera sebagai komponen perekam aktifitas manusia. Kenyataan ini menegaskan bahwa keberadaan fotografi sangat dekat dengan kehidupan manusia. Berbagai macam karya-karya fotografi yang ada di tengah masyarakat dengan beragam teknik dalam proses pembuatannya mulai dari karya paling sederhana visualisasinya disebabkan keinginan kreatornya menggambarkan tentang kerealistisan obyek, sampai sebuah karya yang memerlukan imajinasi tinggi dari sang kreatornya itu, hingga menyebabkan pikiran orang lain dibuatnya menjadi geleng-geleng kepala, entah apa yang ada didalam benak kepalanya, apakah dia paham dari karya tersebut ataukah bingung seribu kali untuk menangkap pesan yang ada dalam karya tersebut, dan tidak menutup kemungkinan mereka bengong sambil matanya melotot disebabkan kehebatan dan kecanggihannya meramu penguasaan teknik dalam proses pembautan karya tersebut. Dalam pengklasifikasian fotografi juga terdapat beberapa kategori seperti yang penulis jelaskan pada beberapa waktu yang lalu diantaranya Fotografi Jurnalistik, Fotografi Seni dan Fotografi Desain. Dalam pengklasifikasiannya itu, tentu saja setiap kategori mempunyai kekhasan tersendiri dalam mevisualisasikan obyek hingga menjadi sebuah karya yang mampu mempengaruhi psikologi pemirsanya. Pada kesempatan kali ini penulis akan membahas kategori  terakhir dari fotografi diantaranya adalah Fotografi Dokumentasi, sebagai penutup dalam mengklasifikasikan jenis-jenis fotografi berdasarkan kegunaannya atau fungsinya.

Berbicara masalah Fotografi Dokumentasi tidaklah sama penafsirannya dengan Fotografi Jurnalistik yang terikat oleh aturan-aturan dalam dunia pemberitaan, demikian juga dengan Fotografi seni dimana konsep penciptaan tidak dibatasi dengan aturan yang begitu mengikat, bagaimana peran Imajinasi tinggi diperlukan dalam mengkreasikan sebuah obyek menjadi kunci utama dalam penciptaan Fotografi Seni yang kedudukannya disetarakan dengan seni lukis modern itu. Hal senada juga diterangkan dalam Fotografi Desain, dimana dalam menentukan konsep penciptaan diikat dengan aturan pengkomunikasian misi secara khusus kepada orang lain atau pemirsa melalui visualisasi pesan dari produk yang dibawanya, hingga nantinya dapat mempengaruhi orang lain untuk mengambil suatu tindakan. Lain halnya dengan Fotografi Dokumentasi, dalam proses visualisasinya tidak diikat dengan suatu aturan yang telah dijelaskan di atas, sehingga penciptaannya sangat fleksibel dan lebih bebas dalam melakukan pembidikan obyek. Pengaturan hanya terbatas pada ketepatan pengaturan tentang penggunaan pencahayaan dan komposisi dari obyek bidikan sehingga hasilnya dapat terlihat sempurna. Dalam pengaturan itupun tidaklah selalu wajib dilakukan oleh setiap orang yang melakukannya, karena pada dasarnya setiap orang tidaklah sama kemampuan memahami bidang fotografi, sehingga hasilnya dalam keadaan tertentu dapat dimaklumi. Suatu contoh disini dapat dimaklumi kualitasnya ketika seseorang mau mengabadikan suatu pesta pernikahan, dimana teman-temannya lagi joget dangdut yang kebetulan dalam pesta tersebut ada hiburannya orkes dangdut. Salah satu dari merka ingin melakukan pemotretan kejadian itu dengan menggunakan kamera handphone untuk sekedar menjadi dokumentasi pribadinya, hal itu akan berbeda dengan orang lain yang kebetulan menggunakan kamera poket, keadaan akan berbeda lagi apalagi ada orang yang menggunakan kamera SLR. Jadi peran Fotografi Dokumentasi disini tergantung dari kebutuhan masing-masing orang, ada yang memerlukan kualitas tinggi, ada yang memerlukan kualitas sedang dan ada juga yang hanya sekedar berfoto saja tanpa memperhatikan kualitasnya.

Dalam proses pengerjaannya, kehadiran kamera-kamera digital dengan kecanggihannya itu sangat membantu dalam mengabadikan suatu peristiwa. Teknologi pengaturan secara automatis yang ada dalam setingan digital kamera sangat membantu bagi orang-orang yang tidak begitu paham dengan masalah fotografi. Kehadiran program komputer grafis semacam Adobe Photoshop akan mempercantik hasil pendokumentasian peristiwa tersebut sebelum melakukan pencetakaan. Untuk memahami lebih jelas tentang Fotografi Dokumentasi, berikut ini akan di ulas beberapa hal yang terkait dengan topik permasalahan di atas.

 

A. Pengertiannya

Fotografi Dokumentasi adalah sebuah karya foto yang mevisualisasikan obyek atau suatu peristiwa secara fleksibel tanpa terikat dengan aturan tertentu. Fleksibel disini menegaskan bahwa sang pemotret atau fotografer bebas melakukan apa saja yang dikehendaki untuk mengabadikan peristiwa yang ada di depannya tanpa dibayangi dengan aturan tertentu. atau sesuatu yang menjadi keinginan hal tersebut untuk diabadikan sekedar dokumentasi dirinya.  Fleksibelitas ini diperlakukan, karena menganggap bahwa semua orang memerlukan dokumentasi tentang sesuatu yang terkait dengan kehidupan, baik menyangkut dirinya maupun untuk orang lain. Sementara kemampuan orang tidaklah sama dalam memahami masalah pengetahuan fotografi secara maksimal sebagai komponen dalam penciptaan suatu dokumentasi peristiwa. Adalah suatu hal yang dapat dimaklumi, jika hasil pendokumentasian peristiwa itu terkadang tidak memuaskan dari kualitas yang seharusnya diciptakan.

 

B. Fungsinya

Berdasarkan fungsinya Fotografi Dokumentasi dapat diklasifikasikan sebagai sebuah karya foto yang mengabadikan suatu peristiwa dalam kehidupan manusia. Pengabadian disini menyangkut tentang aktifitas manusia dalam mengarungi hidup misalkan mengabadikan peristiwa hajatan pernikahan, pergi bertamasyah ke kebon binatang atau kegiatan lainnya. Selain hal itu juga menyangkut tenatang  benda-benda pendukung dalam kehidupan, misalnya mengabadikan sebuah motor dari orang lain sebagai referensi jika ingin membelinya, Mengabadikan sebuah almari untuk referensi diberikan kepada panti asuhan sebagai sumbangan serta yang lainnya. Dari keterangan di atas, Fotografi Dokumentasi ternyata momentnya lebih luas dari beberapa kategori fotografi  lainnya, hali ini disebabkan obyek yang menjadi bidikan adalah seluruh aktifitas manusia baik yang sifatnya atraktif atau yang sifatnya statis. Masalah yang membedakan adalah dari sisi kualitas penyajian yang tidak seketat dengan Fotografi Jurnalistik, Fotografi Seni dan Fotografi Desain. Kenyataan ini disebabkan bahwa yang mengeksekusi adalah hampir semua lapisan masyarakat dari anak-anak, remaja, eksekutif sampai ke orang tua semua melakukannya. Dari sudut pandang tingkat perkonomianpun sama saja, bahwa Fotografi Dokumentasi diperlukan oleh masyarakat kalangan bawah, kalangan menengah maupun kalangan atas.

 

C. Proses Penciptaannya

Dalam proses penciptaannya itu, Fotografi Dokumentasi dibuat dengan cara yang sederhana dan sangat mudah dalam melakukan hal itu, tidak memerlukan teknik-teknik yang rumit seperti kategori fotografi lainnya. Dikarenakan hal inilah menyebabkan hampir semua orang bisa melakukannya entah itu anak-anak, remaja, eksekutif maupun orang tua. Hanya dengan memakai kamera handphone yang diarahkan pada obyek lalu tekan tombol…, dan dalam waktu bersamaan terdengar suara jepret…, maka jadilah karya Fotografi Dokumentasi. Walaupun Fotografi Dokumentasi memiliki fleksibelitas dalam penciptaannya hingga kualitas tidak dipermasalahkan, namun dalam keadaan tertentu sebagian orang mementingkan kualitas tinggi, hingga berakhir dengan penyajian foto yang menarik. Keadaan tertentu yang dimaksud di atas adalah menggambar sesuatu peristiwa yang dianggap penting dan hal itu jarang sekali dilkukan, sehingga orang tidak berani menyia-nyiakan dengan hasil karya asal jadi saja.  Suatu contoh dalam hal ini adalah ketika kita mau mengadakan suatu hajatan pernikahan, maka siapapun prangnya entah dari keluarga ekonomi bawah, menengah maupun atas, dipastikan pendikumentasian pemotretan hajatan pernikahan tersebut dipercayakan pada orang yang benar-benar menguasai bidng fotografi, katakanlah fotografer professional yang khusus menangani  pendokumentasian masalah pernikahan. Ada catatan khusus atau semacam aturan yang perlu dipegang dalam melakukan pemotretan kegiatan penting semacam acara pernikahan. Aturan tersebut adalah pemotretan hendaknya mencakup semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan sehingga setiap aktifitas yang terkait harus terdokumentasikan. Pemotretan dilakukan berdasarkan kronologi selama peristiwa berlangsung, sehingga apabila kita mau melakukan pemotretan suatu acara pernikahan, maka pemotretan dilakukan mulai dari awal persiapan diantaranya pendirian tenda di rumah, selamatan dengan visualisasi nasi tumpeng, midodareni calon pengantin, akad nikah, tamu yang berdatangan, pertemuan antar calon pengatin pada waktu resepsi, sungkeman pada orang tua, tamu yang bersalaman dengan pengantin, tamu yang menikmati hidangan, kegiatan acara hiburan dan foto bersama dengan pengantin. Kejadian atau peristiwa itulah yang harus terdokumentasi oleh sang fotografer dan selain itu nilai ketajaman foto serta komposisi tak lepas dari sentuannya pula dalam rangka untuk menghasilkan karya yang baik. Dari contoh keadaan khusus yang telah diterangkan diatas, masalah kronologi peristiwa juga bisa diwujudkan pada kegiatan khusus  semacam peringatan 17 Agustusan di kampung atau kegiatan family gathering yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam melakukan pengeditannya itu, keberadaan komputer grafis lewat program Adobe Photoshop sangat membantu dalam menyajikan kualitas pencetakannya.

 

D. Kamera yang Digunakan

Kamera yang digunakan dalam melakukan pemotretan, akan  lebih mudah menggunakan kamera berteknologi digital dibandingkan dengan teknologi mnual, hal ini dimaksudkan untuk memeprmudah dalam proses pengeditan dan pencetakannya ke depan. Format kamera yang digunakan tentu lebih mudah menggunakan berformat kecil atau disebut juga dengan kamera 135 mm dan dikenal dengan istilah kamera Single Lens Relex, yang disingkat menjadi Kamera Digital SLR, namun tidak menutup kemungkinan kamera-kamera jenis lainnya misalnya kamera poket, kamera handphone, kamera Ipad dan sebagainya. Untuk keadaan yang special, maka kamera yang dipakai kebanyakan menggunakan jenis SLR. Kenyataan ini dikarenakan kualitas hasil foto menjadi sangat penting, mengingat frame yang diperlukan beresolusi tinggi untuk menyesuaikan dalam pencetakannya nanti.

 

E. Jenis Fotografi Dokumentasi

Ruang lingkup Fotografi Dokumentasi sangat luas sekali, suatu obyek yang menjadi bidikannya itu dapat secara umum dapat diklasifikasikan suatu keadaan yang berisikan aktifitas manusia dan benda-benda pendukung kehidupan manusia. mengenai jenisnya sulit untuk membaginya namun karena luasnya bidang fotografi yang setiap saat dtperlukan oleh setiap manusia. beberapa contoh berikut ini dapat menjadi pegangan

 

1. Fotografi Dokumentasi Hajatan Pernikahan

Fotografi Dokumentasi Hajatan Pernikahan adalah sebuah karya fotografi yang mevisualisasikan seluruh kegiatan acara suatu pernikahan. Pengabadian dimulai dari persiapan hingga selesainya acara dan pengeksekusiannya berdasarkan kronologi peristiwa dalam acara tersebut secara berurutan. Berikut ini adalah contoh dari kegiatan tersebut :

 

Foto Dokumentasi Pernikahan 8

 

 

Foto Dokumentasi Pernikahan 1

 

 

Foto Dokumentasi Pernikahan 2

 

 

Foto Dokumentasi Pernikahan 3

 

 

Foto Dokumentasi Pernikahan 4

 

 

Foto Dokumentasi Pernikahan 6

 

 

Foto Dokumentasi Pernikahan 5

* Fotografi Dokumentasi yang mevisualisasikan aktifitas hajatan pernikahan yang dimulai dari persiapannya hingga akhir dari penyelenggaraan acara tersebut. Pendokumentasian pada obyek bidikan didasarkan pada kronologi selama peristiwa hajatan pernikahan tersebut berlangsung, hal ini dimaksudkan agar hasil pengambilan gambar dari acara tersebut menjadi dokumentasi yang lengkap *

 

2. Fotografi Dokumentasi Peringatan 17 Agustus

Setiap tangga 17 Agustus selalu ramai dengan berbagai macam acara kegiatan, karena pada tanggal itulah merupakan peringatan hari jadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seluruh warga mulai dari tingkat nasional, propinsi, kota /kabupatenhari hingga tingakat kecamatan maupun kelurahan berpartisipasi dalam merayakan HUT RI tersebut melaui beragam kegiatan yang melibatkan warganya. Kepanitiaanpun dibentuk guna merealisasikan kegiatan itu, dimana kepanitiaan ini bekerja secara sukarela mulai dari perencanaan program acara, penggalian dana  hingga jalannya beragam kegiatan tersebut sampai pada tahap evaluasi. Kepanitiaan inilah salah satu sie susunan kepanitaan tersebut adalah Sie Dokumentasi. Sei yang dibekalai dengan alat perkam berupa kamera digitali ini adalah bertugas mengabadikan seluruh kegiatan yang diadakan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Contoh dari acara ini dapat dilihat sebagai berikut :

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 1 (Pembuatan gapura)

 

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 2 (makan krupuk)

 

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 3 (balap karung)

 

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 4 (lari botol)

 

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 5 (panjat pinang)

 

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 6 (tarik tambang)

 

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 7 (syukuran)

 

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 8 (karnaval)

 

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 9 (kerja bakti)

 

 

Foto Dokumentasi 17 agustusan 10 (Pentas seni)

* Fotografi Dokumentasi yang mevisualisasikan keseluruhan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI. Pendokumentasian pada obyek bidikan didasarkan pada kronologi selama peristiwa kegiatan 17 Agustusan tersebut berlangsung, hal ini dimaksudkan agar hasil pengambilan gambar dari acara tersebut menjadi dokumentasi yang lengkap *

 

3. Fotografi Dokumentasi pada Produk Kerajinan

Pada kategori ini pendokumentasian berorientasi pada kebendaan, sehingga sifatnya bukan lagi mengacu pada kronologi peristiwa tetapi pada posisi benda itu berada. Pendokumentasian bisa dilakukan secara bebas menurut kreasi dari fotografernya. pendokumentasian ini juga bisa difungsikan untuk kepentingan bisnis atau kepentingan pribadi. Jika untuk kepentingan bisnis, maka pendokumentasian didasarkan pada produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Pada jenis ini, lingkup bisnis hanya terbatas pada perusahaan kecil menengah sebatas pada kerajian kecil. Jika perusahaan besar pendokumentasiannya lebih mengacu pada fotografi desain yang memerlukan pencitraan khusus terhadap produknya. Berikut ini contoh dari produk funiture yang dikelolah oleh industri kerajinan kecil dan menengah untuk contoh-contoh dalam pemasarannya nanti.

 

Foto Dokumentasi produk 1 (kursi tamu)

 

 

Foto Dokumentasi produk 2 (kursi tamu)

 

 

Foto Dokumentasi produk 3 (kursi tamu)

 

 

Foto Dokumentasi produk 4 (meja makan)

 

 

Foto Dokumentasi produk 5 (meja makan)

 

 

Foto Dokumentasi produk 6 (almari)

 

 

Foto Dokumentasi produk 7 (ranjang tidur)

 

 

Foto Dokumentasi produk 8 (bufet)

 

 

Foto Dokumentasi produk 9 (kursi santai)

 

 

Foto Dokumentasi produk 10 (kamar set)

* Fotografi Dokumentasi yang mevisualisasikan keragaman jenis produk funiture dari industri kerajinan kecil dan menengah. Pendokumentasian pada obyek bidikan bukan didasarkan pada kronologi selama peristiwa melainkan pada posisi benda itu berada, namun dalam pendokumentasian tersebut hendaknya dilakukan secara lengkap terhadap produk yang dihasilkan, hal ini dimaksudkan agar hasil pengambilan gambar itu  menjadi dokumentasi yang lengkap sebagai sarana pemasaran nantinya *

 

4. Fotografi Dokumentasi …?

Dibawah ini adalah karya Fotografi Dokumentasi yang beragam konteksnya, oleh karena itu pada judul di atas saya sulit menggolongkannya disebabkan luasnya bidang dari fo dokumentasi. Semua kegiatan apapun namanya yang dilakukan oleh manusia dalam mengarungi kehidupan baik untuk kepentingan bisnis kecil-kecilan maupun untuk sekedar iseng termasuk klasifikasi Fotografi Dokumentasi. Berikut ini adalah sekedar contoh dari sekian banyak kegitan yang diadakan oleh manusia dengan beragam konteks.

 

Fotografi Dokumentasi 1

 

 

Fotografi Dokumentasi 2

 

 

Fotografi Dokumentasi 3

 

 

Fotografi Dokumentasi 4

 

 

Fotografi Dokumentasi 5

 

 

Fotografi Dokumentasi 6

 

 

Fotografi Dokumentasi 7

 

 

Fotografi Dokumentasi 8

 

 

Fotografi Dokumentasi 9

 

 

Fotografi Dokumentasi 10

* Fotografi Dokumentasi yang mevisualisasikan keragaman aktifitas manusia dalam rangka mengarungi hidup. Pendokumentasian pada obyek bidikan bukan didasarkan pada kronologi selama peristiwa melainkan bebas menurut kehendak hati sang pemotretan. Pendokumentasian disini ada yang bertujuan bisnis kecil-kecilan barang kali atau sekedar iseng untuk keperluan pribadi atau kelompoknya *

 

* TINGGALKAN KOMENTAR ANDA…

Silakan utarakan opini Anda terhadap tulisan ini, guna melatih dan merangsang pemikiran hingga melahirkan suatu pendapat. Komentar yang akan disampaikan hendaknya berkaitan dengan topik permasalahan yang diulas… dan terima kasih sebelumnya… atas kunjungan Anda di Blog ini serta menggoreskan opini lewat komentar…

 

Daftar Pustaka :

* Beberapa foto diunduh dari situs-situs terkait sesuai topik permasalahan semata-mata untuk “Kepentingan Misi Sosial” dalam bentuk pembelajaran maya berbagi pengetahuan pada sesama, Bukan untuk  “Kepentingan Bisnis” *

Davis, Harold. 2011. Creative Lanscapes : Digital photography Tips & Techniques. Indianapolis, Indiana : Willy Publishing. Inc.

Story, Derrick. 2004. Digital Photography Hacks. Gravenstein Highway North. Sebastopol CA : O’ Reilly Media. Inc.

Sugiarto, Atok. 2006. Indah Itu Mudah, Buku Paduan Fotografi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Sugiarto, Atok. 2006. Cuma Buat yang Ingin Jago Foto. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Hadiiswa. 2008. Fotografi Digital: Membuat Foto Indah dengan Kamera Saku. Jakarta : Mediakita.

Alwi, Audy Mirza. 2004. Fotografi Jurnalistik : Metode Memotret dan Mengirim Foto ke Media Massa. Jakarta : Bumi Askara.

Giwanda, Griand. 2001. Paduan Praktis Belajar Fotografi. Jakarta : Puspa Swara.

Giwanda, Griand. 2002. Paduan Praktis teknik Studio Foto. Jakarta : Puspa Swara.

Mulyanta, Edi. S. 2007. Teknik Modern Fotografi Digital. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Ardiansyah, Yulian. 2005. Tip & Trik Fotografi Teori dan Aplikasi Belajar Fotografi. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Feininger, Andreas, Edit : RM. Soelarko. 1999. The Complete Photographer. Segi Teknik Fotografi. Semarang : Dahara Prize.

ARPS, Ray Hayward, Edit : RM. Soelarko. 2002. The Craft of Photography. Semarang : Dahara Prize.

Beberapa situs terkait dengan topik permasalahan dan diinterpretasikan ulang tetapi tidak mengurangi substansi di dalamnya.

Posted in FOTOGRAFI | Tagged | Leave a comment

Leave a Reply