TEKNIK FOTOGRAFI 6 (FOTOGRAFI SENI)

TEKNIK FOTOGRAFI 6 (FOTOGRAFI SENI)

Oleh : Teguh Imanto

teguh blog

Teguh trBeragam karya-karya fotografi yang beredar di tengah masyarakat dengan berbagai macam teknik dalam proses pembuatannya mulai dari karya paling sederhana visualisasinya disebabkan kerealistisan obyek bidikan hingga karya yang mengundang imajinasi tinggi dari sang kreatornya itu, menyebabkan orang lain dibuat menjadi geleng-geleng kepala, entah apa yang ada didalam benak kepalanya itu, apakah dia paham dari karya tersebut ataukah bingung seribu kali disebabkan oleh hebat dan canggihnya penguasaan teknik dalam proses pembautan karya tersebut. Pada suatu saat kita sedang berjalan-jalan di sebuah Mall Mbah Suryo Dipowinangun dan tanpa sengaja mata kita melihat deretan foto-foto menarik terpampang di sebuah stand display dalam Pameran Seni Fotografi yang berada di lantai dasar Mall tersebut. Di tempat itu telah terpajang berbagai macam karya fotografi dengan keragaman visualisasi obyek disertai kecanggihan teknik eksekusinya mengantar kita ke dunia lain, dan ketika mata kita memandang pada sebuah karya yang mevisualisasikan sebuah kereta andong sebagai salah satu sarana transportasi tradisional  dari kota Yogyakarta itu, berada di atas awan disertai deretan candi prambanan dan dua orang dengan visualisasi wajah penuh dengan keramaian suasana kota, membuat hati kita bertanya-tanya makna dari karya tersebut sanbil terbengong melihatnya. Apa yang telah diuraikan di atas itu, merupakan pengklasifikasian dari jenis Fotografi Seni. Dalam Fotografi Seni sebuah penciptaan tidaklah dibatasi dengan aturan yang begitu mengikatnya, akan tetapi kekuatan Imajinasi tinggi dalam mengkreasikan sebuah obyek hingga bisa berbicara kuat mempengaruhi psikologi pemirsa menjadi kunci utama dalam penciptaannya. Tindakan memaanipulasi obyek dengan berbagi macam teknik bisa dibenarkan, bahkan menentang dari suatu realitas keadaanpun hingga menciptakan suatu ketidak wajaran dalam kehidupan bisa saja dibenarkan. Kehadiran program komputer grafis yang berbasis pada pixel seperti program Adobe Photoshop telah mengantarkan para fotografer untuk mengeksplorasi dunia imajinasinya lewat manipulasi rangkaian foto-foto hingga menjadi suatu karya yang dapat mengundang orang menjadi terbengong melihatnya.

 

A. Pengertiannya

Fotografi Seni adalah sebuah karya foto yang mevisualisasikan obyek berdasarkan proses eksplorasi imajinasi tinggi dari kreatornya, hingga terkadang hasil foto keluar dari logika pemahaman realitas peristiwa. Dalam Fotografi Seni proses visualisasi tidak mengacu pada suatu peristiwa nyata seperti layaknya Fotografi Jurnalistik, akan tetapi nilai proses imajinasi pemikiran dalam menghadirkan suatu  peristiwa dengan bantuan berbagai macam teknik dalam pengolahannya itu, lebih berbicara daripada logika faktanya. Dalam era teknologi digital ini, keberadaan Fotografi Seni dapat disetarakan dengan Seni Lukis, dimana konsep penciptaannya mengaitkan gejolak emosi jiwa kreatornya dilampiaskan habis-habisan di dalam karyanya, hal ini merupakan suatu jalan pentransferan opini dari fenomena alam melalui visualisasi dengan kekuatan ekspresi jiwa kreatornya hingga membentuk kumpulan goresan warna yang diterjemahkan menjadi sebuah karya.

 

B. Fungsinya

Berdasarkan fungsinya Fotografi Seni dapat diklasifikasikan sebagai sebuah karya foto yang mengkomunikasikan eksplorasi imajinasi kreatornya sebagai curahan emosi jiwa dalam melihat fenomena alam yang ada di sekitarnya. Fotografi Seni tidaklah sama dengan Fotografi jurnalistik yang mempunyai tujuan khusus yaitu menyampaikan informasi suatu peristiwa atau kejadian di masyarakat melalui pengadegan gambar-gambar menarik lewat penyampaian media seperti media cetak dalam bentuk koran, majalah dan tabloid ataupun melalui media audio visual seperti pemberitaan televisi, namun lebih bebas menyampaikan ide atau pikiran sesuai dengan kemauan isi hatinya sebagai ungkapan ekspresi dari gejolak jiwanya. Fotografi Seni merupakan perwujudan karya fotografi yang dalam visualisasi obyeknya lebih ditekankan pada permainan imajinasi pemikiran kreatornya, oleh karena itu terkadang hasil karya foto bisa keluar dari jalur logika umum dalam memandang suatu kerealitasan dalam kehidupan. Bentuk nyata dari fungsi Fotografi Seni adalah sebagai ungkapan ekspresi dari kreatornya, dan hal ini dapat terlihat pada karya-karya fotografi yang dipamerkan dalam suatu gedung Galeri Mbah Suryowinangun dengan berbagai macam karya imajinatif, dimana karya-karya tersebut terkadang mengantarkan penglihatnya ke dalam dimensi ruang dan waktu tertentu atau membuat orang bertanya-tanya ini maksudnya apa…?, sambil terbengong-bengong dikarenakan tidak mengerti apa yang ada didepannya itu.

 

C. Proses Penciptaannya

Dalam proses penciptaannya Fotografi Seni lebih bebas dalam menuangkan ide dan tidak seketat dengan penciptaan Fotografi Jurnalistik yang telah diikat dengan aturan-aturan dalam dunia jurnalistik atau dunia pemberitaan, dimana dalam proses penciptaannya harus selalu mengacu pada syarat-syarat yang terkait dengan pencatuman 5W+1 sebagai komponen utama dalam dunia pers atau dunia pemberitaan. Dalam proses pengkreasiannya itu, kekuatan nilai Fotografi Seni ditentukan pada proses eksplorasi imajinasi dari kreatornya dengan menggunakan keragaman penguasaan teknik dalam meramu berbagai macam komponen di dalamnya hingga menghasilkan sebuah karya foto yang mampu mengsugesti para penglihatnya sampai bertanya-tanya disebabkan keluar biasaan dari hasil karya tersebut. Penciptaan karya Fotografi Seni dapat disetarakan dengan proses membuat karya seni semacam seni lukis. Berangkat dari sinilah permainan memanipulasi obyek dengan keragaman teknik diperbolehkan dan terkadang hasilnya mirip gaya aliran dalam seni lukis . Suatu contoh misalnya sebuah karya fotografi yang mevisualisasikan kereta semacam andhong berada di atas awan, hal ini mengisyaratkan bahwa karya tersebut seperti gaya aliran seni lukis yang bernama surealisme. Perkembangan teknologi yang terlahir hasil pergolakan pemikiran manusia lewat produksi kamera berteknologi digital dan program pengolahan image lewat Adobe Photoshop, telah mengantarkan proses eksplorasi imajinasi para kreator ke puncak ide tergila dari mereka untuk berkarya. Kenyataan ini membukti bahwa teknologi terkini telah mampu memanipulasi suatu hasil realitas kehidupan hingga keluar jalur logika pemikiran umum dibalik penciptaan  sebuah karya fotografi, khususnya jenis Fotografi Seni.

 

D. Kamera yang Digunakan

Kamera yang digunakan dalam melakukan pemotretan lebih muda menggunakan kamera berteknologi digital, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam proses pengeditan dan pencetakannya. Format kamera yang digunakan tentu lebih mudah menggunakan berformat kecil atau disebut juga dengan kamera 135 mm dan dikenal dengan istilah kamera Single Lens Relexyang disingkat dengan Kamera Digital SLR. Dikarenakan dalam proses pengerjaannya atau dalam implementasi dilapangan menggunakan pencetakan ukuran yang sangat besar berdasarkan kepentingannya itu, maka frame dari hasil foto haruslah beresolusi besar, supaya nanti kalau dijadikan ukuran yang sebenarnya hasilnya tidak akan pecah. Untuk memenuhi kebutuhan ini, maka kamera selain berformat Digital SLR, juga mempunyai resolusi minimal 16 Mega Pixel dan jika melebih dari ukuran itu hasilnya lebih baik. Selain kententuan di atas, kualitasnya tidak bisa dijamin secara maksimal, apalagi kalau pemotretannya menggunakan kamera model poket dengan resolusi di bawah 7 Mega Pixel hasilnya hanya sebatas untuk kepentingan pribadi saja alias dokumentasi sendiri.

 

E . Jenis Fotografi Seni

Sebenarnya dalam menciptakan karya Fotografi Seni sangat luas orientasi pemikirannya, konsep visualisasinya mirip dengan cara melukis yang mempunyai gaya atau aliran bermacam-macam dalam meralisasikan ide lewat bahasa visual itu. Kalau dilihat dari keberadaan obyek dalam sebuah karya apakah obyek tersebut mengilustrasikan adanya suatu pergerakan atau disebut juga dengan sifat atraktif ataukah obyek dalam keadaan diam yang mencerminkan suatu kebendaan hingga melahirkan sifat simbolik atau image. Dari keterangan tersebut, maka klasifikasi Fotografi Seni dapat digolongkan Fotografi Seni berorientasi sifat Atraktif dan Fotografi Seni berorientasi pada sifat Statis Serta Fotografi Seni berorientasi sifat Simbolis/image.

 

1. Fotografi Seni Berorientasi Sifat Atraktif

Fotografi Seni yang mencerminkan sifat atraktif merupakan penjabaran dari sebuah karya fotografi dengan visualisasi obyek yang bergerak. Pergerakan obyek disini mencerminkan adanya suatu aktifitas kehidupan dalam persepsi seorang kreator atau fotografernya terhadap fenomena alam yang ada disekelilingnya, untuk kemudian ditransfer melalui proses eksplorasi imajinasi dengan didukung berbagai macam teknik manipulasi penciptaan hingga menghasilkan sebuah karya fotografi yang mampu membangkitkan dan menimbulkan suatu persepsi tertentu dari permirsanya. Banyak karya fotografi pada kategori ini yang ada di tengahmasyarakat baik melalui pameran-pameran foto di berbgai tempat maupun di dalam situs internet. Contoh fotografi pada jenis ini dapat di lihat seperti berikut ini.

 

JoshSommers

 

 

menyelam

 

 

semedi

 

 

Tangga dalam Digital Art Photography

 

 

mengejar kereta

 

 

digital drawing imajination

 

 

digital music imajination

 

 

Eksperimental art

 

 

Movement

 

 

semburan api

* Beberapa karya Fotografi Seni yang mevisualisasikan proses eksplorasi imajinasi dari sang fotografernya memalui berbagai macamteknik manipulasi dalam penciptaannya hingga menghasilkan sebuah karya fotografi yang mampu mempengaruhi para pemirsanya hingga mereka sampai menggeleng-gelengkan kepalanya disebabkan kebingungan menangkap apa maksud di dalamnya *

 

2. Fotografi Seni Berorientasi Sifat Statis

Fotografi Seni yang mencerminkan sifat Statis merupakan penjabaran dari sebuah karya fotografi dengan visualisasi obyek yang tidak bergerak. Susunan  obyek disini mencerminkan adanya suatu keadaan atau situasi alam dalam persepsi seorang kreator atau fotografernya terhadap fenomena alam yang ada disekelilingnya, untuk kemudian ditransfer melalui proses eksplorasi imajinasi dengan didukung berbagai macam teknik manipulasi penciptaan hingga menghasilkan sebuah karya fotografi yang mampu membangkitkan dan menimbulkan suatu persepsi tertentu dari permirsanya. Banyak karya fotografi pada kategori ini yang ada di tengahmasyarakat baik melalui pameran-pameran foto di berbgai tempat maupun di dalam situs internet. Contoh fotografi pada jenis ini dapat di lihat seperti berikut ini.

 

kontras

 

 

langit diufuk senja

 

 

natural color

 

 

Night City

 

 

tropical garden

 

 

Natural dynamics

 

 

composition 2

 

 

natural imajination

 

 

City Imajination

 

 

_MG_5759

* Beberapa karya Fotografi Seni yang mevisualisasikan proses eksplorasi imajinasi dari sang fotografernya memalui berbagai macam teknik manipulasi dalam penciptaannya hingga menghasilkan sebuah karya fotografi yang mampu mempengaruhi para pemirsanya dan menghayati apa yang ada dihadapannya itu *

 

3. Fotografi Seni Berorientasi Sifat Simbolis atau Image

Fotografi Seni yang mencerminkan sifat simbolik merupakan penjabaran dari sebuah karya fotografi dengan visualisasi obyek yang tidak bergerak atau dibentuk dengan unsur-unsur benda tertentu hingga menimbulkan pencitraan tertentu dari asil foto tersebut. Pengaturan benda-benda tertentu yang mewakili obyek disini mencerminkan adanya suatu pencitraan pemikiran dari persepsi seorang kreator atau fotografernya melalui proses eksplorasi imajinasi dengan didukung berbagai macam teknik manipulasi penciptaan hingga menghasilkan sebuah karya fotografi yang mampu membangkitkan dan menimbulkan suatu persepsi tertentu dari permirsanya. Banyak karya fotografi pada kategori ini yang ada di tengah masyarakat baik melalui pameran-pameran foto di berbgai tempat maupun di dalam situs internet. Contoh fotografi pada jenis ini dapat di lihat seperti berikut ini.

 

Market Walpapers

 

 

surreal-abstract-photo

 

 

ekspresi warna

 

 

color circle

 

 

Color Rain

 

 

daun latar

 

 

kerikil latar

 

 

pencil color

 

 

Kiwi Tekstur

 

 

Sayuran Latar

* Beberapa karya Fotografi Seni yang mevisualisasikan proses eksplorasi imajinasi dari sang fotografernya memalui berbagai macam penyusunan komponen kebendaan dengan teknik manipulasi dalam penciptaannya hingga menghasilkan pencitraan sebuah karya fotografi yang mampu mempengaruhi para pemirsanya  *

 

* TINGGALKAN KOMENTAR ANDA…

Silakan utarakan opini Anda terhadap tulisan ini, guna melatih dan merangsang pemikiran hingga melahirkan suatu pendapat. Komentar yang akan disampaikan hendaknya berkaitan dengan topik permasalahan yang diulas… dan terima kasih sebelumnya… atas kunjungan Anda di Blog ini serta menggoreskan opini lewat komentar…

 

Daftar Pustaka :

* Beberapa foto diunduh dari situs-situs terkait sesuai topik permasalahan semata-mata untuk “Kepentingan Misi Sosial” dalam bentuk pembelajaran maya berbagi pengetahuan pada sesama, Bukan untuk  “Kepentingan Bisnis” *

Davis, Harold. 2011. Creative Lanscapes : Digital photography Tips & Techniques. Indianapolis, Indiana : Willy Publishing. Inc.

Story, Derrick. 2004. Digital Photography Hacks. Gravenstein Highway North. Sebastopol CA : O’ Reilly Media. Inc.

Sugiarto, Atok. 2006. Indah Itu Mudah, Buku Paduan Fotografi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Sugiarto, Atok. 2006. Cuma Buat yang Ingin Jago Foto. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Hadiiswa. 2008. Fotografi Digital: Membuat Foto Indah dengan Kamera Saku. Jakarta : Mediakita.

Alwi, Audy Mirza. 2004. Fotografi Jurnalistik : Metode Memotret dan Mengirim Foto ke Media Massa. Jakarta : Bumi Askara.

Giwanda, Griand. 2001. Paduan Praktis Belajar Fotografi. Jakarta : Puspa Swara.

Giwanda, Griand. 2002. Paduan Praktis teknik Studio Foto. Jakarta : Puspa Swara.

Mulyanta, Edi. S. 2007. Teknik Modern Fotografi Digital. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Ardiansyah, Yulian. 2005. Tip & Trik Fotografi Teori dan Aplikasi Belajar Fotografi. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Feininger, Andreas, Edit : RM. Soelarko. 1999. The Complete Photographer. Segi Teknik Fotografi. Semarang : Dahara Prize.

ARPS, Ray Hayward, Edit : RM. Soelarko. 2002. The Craft of Photography. Semarang : Dahara Prize.

Beberapa situs terkait dengan topik permasalahan dan diinterpretasikan ulang tetapi tidak mengurangi substansi di dalamnya.

Posted in FOTOGRAFI | Tagged , , | 1 Comment

One Response to TEKNIK FOTOGRAFI 6 (FOTOGRAFI SENI)

Leave a Reply