SANG KREATOR DIBALIK SEBUAH LAYAR FILM

SANG KREATOR DI BALIK SEBUAH LAYAR FILM

Oleh : Teguh Imanto

teguhs blog logo fin

Film dengan segala bentuk visualisasinya kini telah mengepung dalam kehidupan kita, dimana keberadaannya selalu menjadi sarana hiburan tersendiri dalam mengikuti petualangan imajinatif lewat akting aktornya. Selain hal itu film juga dapat menjadi pembelajaran pola hidup terhadap perkembangan peradaban dunia. Sebuah Film merupakan penggambaran sang kreatornya tentang suatu pola hidup yang didasari dengan konsep cerita tertentu dari kreatornya hinga nantinya dapat bermanfaat bagi orang yang melihatnya. Film dapat dikatakan sebagai karya seni, karena ia dibentuk dalam ramuan imajinatif dan merupakan hasil dari proses kreatif berbagai unsur yang saling menyatu membentuk suatu alur cerita tertentu hingga dapat merngsang, mempengaruhi sugesti penglihatnya. komponen-komponen tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah  seni musik, seni rupa, seni suara, seni teater serta teknologi sebagai sarana pengeksekusian ide dengan kekuatan gambar sebagai bentuk visualisasinya. Film selain sebagai alat untuk mencurahkan ekspresi bagi penciptanya, juga sebagai alat komunikator yang efektif, karena film dapat menghibur, mendidik, melibatkan perasaan, merangsang pemikiran dan memberikan dorongan terhadap seseorang, namun juga jangan lupa bahwa sebuah karya film dapat dikhawatirkan menjadi bumerang dan menjerumuskan orang ke hal-hal yang negatif serta meruntuhkan nilai-nilai moral dan tatanan hidup yang ada di tengah masyarakat.

Pembuatan sebuah film merupakan hasil kerja kolaboratif berbagai profesi serta disiplin ilmu, artinya dalam proses produksi sebuah film selalu melibatkan sejumlah tenaga ahli kreatif yang menguasai sentuhan teknologi berdasarkan penguasaan bidang masing-masing.  semua unsur ini saling menyatu, bersinergis serta saling mengisi satu sama lainnya sehingga menghasilkan karya yang utuh. kekompakan dalam kerjasama antar elemen-elemen dalam crew produksi adalah kunci sukses dalam pembuatan karya film.  Sekumpulan Orang-orang yang terlibat langsung dalam suatu proses produksi sebuah film, masing-masing mempunyai bidang keahlian yang dapat memberikan kontribusi tentang bagaimana menciptakan teknik visualalisasi dari berbagai adegan menarik sesuai dengan rancangan skenario produksi film. Mereka itu adalah orang-orang inti dalam memproduksi sebuah film diantaranya adalah : Produser, Sutradara, Penulis Skenario, Penata Fotografi, Penata Artistik, Penata Suara,  Penata Musik, Penyunting atau Editing  dan Pemeran atau aktor.

Secara rinci tentang peran dan tanggung jawab dari para crew produksi film ini dapat penulis jelaskan sebagai berikut :

1. Produser

Predikat produser adalah orang atau sekelompok tertentu yang mengepalai departemen produksi. Ada beberapa jabatan yang ada dalam kelompok produser, diantaranya Executive Producer, dimana pada kelompok ini merupakan seseorang atau kelompok yang menjadi inisiator sebuah produksi film. Mereka yang bertangung jawab dalam proses pembuatan proposal dan penggalangan dana untuk memproduksi sebuah film. Pada kasus tertentu sebuah film bisa saja didanai tidak hanya satu orang melainkan sekelompok institusi, dimana masing-masing mempunyai wakilnya untuk menjabat dalam posisi ini. Sedangkan untuk jabatan produser merupakan orang yang mempimpin dalam suatu proses pembuatan film, bukan yang membiayai produksi film. Tugas dari produser adalah memimpin seluruh tim produksi sesuai dengan keputusan yang ditetapkan secara bersama , baik aspek kreatif maupun manejemen produksi sesuai dengan anggaran yang ditetapkan oleh executive producer. Sedangkan Line producer merupakan supervisor, tugasnya hanya membantu memberikan masukan alternatif pada departemen produksi sebatas manajemen tentang anggaran. Line producer tidak mempunyai kewenangan mencampuri untuk menentukan pemain atau mengubah sekenario suatu film.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Deddy Mizwar selaku Executive Prucer pada “Film Nagabonar Jadi 2″ dan Mira Lesmana sebagai Executive Producer pada “Film Gie” *

 

2. Sutradara

Posisi sutradara dalam sebuah produksi film merupakan jabata yang paling tinggi diantara yang lainnya. Ia merupakan pemimpin  dalam proses produksi sebuah film dilapangan. Seorang sutradara harus mampu menterjemakan dan mengintepretasikan sebuah skenario dalam bahasa gambar yang menarik dan lebih hidup. Seorang sutradara mempunyai kewenangan untuk menentukan bagaimana seharusnya gambar itu nampak ke dalam penonton. Ia bertanggung jawab atas aspek kreatif, baik dari segi intepretasi maupun dari segi teknis. Selain menentukan aktor untuk berakting didepan kamera, juga mentukan posisi kamera, suara serta hal-hal lain yang menyangkut dalam pengambilan gambar yang terbaik.

Baik buruknya proses pembuatan sebuah film tergantung dari kemampuan seorang sutradara. Karena dialah yang berhak mengendalikan dalam proses pengambilan gambar, oleh karena itu, film yang menjadi arahanya akan mendapat cap atau gayapribadinya di masyarakat. Seorang sutradara biasanya erat hubunganya dengan penata fotografi atau penata kamera, dia harus menguasai berbagai macam teknik kamera baik itu single camera maupun multi camera. Seorang sutradara yang berkualifikasi tinggi, harus mempunyai kepekaan yang tinggi dalam menjalankan rumus (5 – C), yakni Close-up (teknik pengambilangambar jarak dekat), Camera angle (sudut mengambiala gambar), Compotition (komposisi gambar), Cutting ( pergantian gambar) dan Continuity (persambungan gambar satu dengan yang lainnya). Dari kelima unsur itulah bagaimana kemampuan seorang sutradara meramu unsur tersebut secara baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Sutradara Senior yang banyak mendapat penghargaan dalam FFI diantaranya Teguh Karya dalam “Film November 1828″, Riri Reza dalam “Film Gie” dan Slamet Raharjo dalam “Fim Marsinah Cry of justice”. *

 

3. Penulis Skenario

Penulis scenario dalam film sering disebut screen play atau script writer, istilah ini diibaratkan blue pintnya seorang arsitek. Skenario adalah kerangka sebuah film. Dia merupakan kumpulam adegan adegan yang dirancang secara khusus mengikuti diskripsi diskripsi visual . Sebuah film merupaka bahasa gambar, maka dialog-dialog akan menentukan jika bahasa gambar tak mampu lagi menyampaikan pesan dari film tersbut. Sebelum skenario dibuat, Sinopsis sebuah film harus dibuat dahulu, kemudian diterjemahkan mendekati teknik pengambilan gambar kasar yang disebut treatment. Sebuah treatment yang baik harus diterjemahkan dalam suatu cerita perbabak secara jelas menurut kejadian-kejadian yang akan direncanakan. Dari treatment kemudian dikembangkan menjadi suatu skenario yang menjadi pegangan sutradara dalam memvisualisasikan adegan tersebut menjadi bahasa gambar yang menarik dan enak ditonton.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Penulis Senior Film Indonesia diantaranya Armantono dalam “Film Di Bawah Lindungan Ka’bah” dan Jujur Prananto dalam “Film Ada Apa dengan Cintah”. *

 

4. Penata Fotografi

Penata fotografi sering juga disebut panata kamera, dan ini merupakan tangan kanan dari seorang sutradara dalam merekam obyek dilapangan. Ia harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan sutadara dan bersinergis serta terintegrasi dalam menentukan pengambilan gambar per babak. Seorang penata fotogafi tahu betul teknik-teknik kamera serta jenis-jenis kamera beserta peralatannya, serta pandai mempergunakan alat tersebut pada saat yang tepat. Dialah yang menentukan jenis-jenis lensa yang akan dipergunakan dalam shot, apakah lensa normal, tele dan zoom termasuk dalam mentukan bukaan diafragma dan filter yang dipakai serta tata cahaya yang menyinari dari obyek bidikannya. Penata fotografi harus mengusahakan peran utama dalam gerak yang menarik penonton. Selain itu dia arus selalu menjaga dalam setiap bidikannya tidak ada gerakan yang serupa pada bingkai yang mencuri gerakan yang mengaburkan makna dari peran utama dari para pemain peran pembantu. Jadi baik buruknya suatu pengambilan gambar tergantung kerjasama yang baik antara seorang sutradara denga penata fotografi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Seorang penata fotografi harus dekat dengan sutradara dan diperlukan kerjasama yang baik. Seorang penata   fotografi harus tahu selera sutrada sehingga hasil bidikannya pas sesuai  yang diinginkan. Dalam pengambilan gambarpun harus mempunyai kemampuan untuk menciptakan moving imge yang menarik, *

 

5. Penata Cahaya
Penata cahaya adalah bagian dari crew produksi yang bertanggung jawab dalam pemberian cahaya pada obyek yang akan diambil gambarnya atau dishooting oleh juru kamera. Crew penata cahaya dalam implementasi di lapangan merupakan bagian dari departemen kamera, artinya dalam melakukan pekerjaannya selalu berkoordinasi dengan penata kamera atau disebut juga dengan penata fotografi. Penata cahaya harus tahu betul tentang pengunaan cahaya dalam menerangi obyek atau aktor yang beracting, apakah gambar menceritakan normal dengan gambar terlihat terang merata, ataukah gambar mencerminkan kesan khusus hingga mencerminkan adanya suatu ruang. Dalam penerapannya pemberian efek pencahayaan pada obyek bisa menggunakan cahaya alam seperti cahaya matahari, cahaya bulan atau dari api, untuk yang terakhir ini biasanya dilakukan di luar gedung seperti hutan, goa, tanh lapang atau halaman belakang rumah kita. Sedangkan cahaya buatan adalah pemberian penerangan pada obyek dengan menggunakan lampu elektrik. Penggunaan lampu elektrik ini bermacam-macam jenisnya tergantung dari kebutuhan, dan dalam pelaksanaannya para crew yang bertugas harus menyiapkan listrik berkekuatan tinggi dan apa bila shootingnya di luar gedung misalnya di jalan raya mau tidak mau harus menggunakan genset.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Seorang penata cahaya harus dekat dengan penata fotografi atau cameraman dan diperlukan kerjasama yang baik. Seorang penata cahaya harus tahu karakter ceritanya sehingga hasil pas seperti yang diinginkan oleh penata fotografi. Dalam pengambilan gambarpun harus mempunyai kemampuan untuk menciptakan moving image yang menarik sebagai bahan masukan kepada penata fotografi. *

 

6. Penata Artistik
Penata artistik merupakan pekerjaan yang rumit, dia harus merumuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan latar belakang sebuah cerita film, yakni yang berkaitan dengan setting yang menceritakan tempat dan berlangsungnya suatu cerita dalam film. Oleh karena sumbangan dari kaum penata artistik sangat berarti dalam menyajikan gambar yang menarik pada penonton, maka dari itu, seorang penata artistik harus tahu betul tentang estetika dan dia harus mampu membaca situasi baik secara instrumental maupun secara filosofinya. Segala bentuk setting yang dia ciptakan harus mampu memberikan informasi secara jelas dan lugas tentang waktu berlangsungnya alur cerita film tersebut, apakah menceritakan masa lalu, sekarang ataukah masa mendatang, demikian juga dengan pemakaian tempatnya, apa di dalam ruangan atau diluar ruangan dan segala jenis atribut yang ada didalamnya harus benar-benar mencerminkan suatu karakter dari ceritanya dan harus mendapat persetujuan dari sutradara. Misalkan film Conan yang mengambil konsep filosofinya di jaman pertengahan (jaman kegelapan), maka segala unsur instrument yang ada bebar-benar mencerminkan situasi pada waktu itu, diantarannya pakaian, rumah serta teknologi yang dipakai pada waktu itu diantaranya serba manual. Kenyataan ini akan berbanding kebalik jika dikaitkan masa modern seperti ceritanya film James Bond dimana pemakaian konsep ceritanya mengacu pada zaman modern, maka dari itu penciptaan karakter situasinya harus benar-benar mencerminkan dan merepresentasikan masa modern. Penggambaran tentang peralatan yang dipakai oleh sang aktor tentu saja peralatan berteknologi canggih dengan segala efek yang ditimbulkannya layaknya masa abad 21. Semua itu merupakan peran sentuan dari penata artistik yang dibantu dengan crewnya untuk menciptakan trik-trik khusus dalam rangka memberikannya efek yang benar-benar spektakuler.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Perencanaan artistik yang matang berdasarkan karakter cerita, akan menghasilkan kemaksimalan dalam kualitas film. Oleh karena itu pimpinan penatartistik dengan sebutan Art Director itu, harus mampu menjabarkan cerita dalam meninjau suasana baik dari aspek waktu maupun property yang digunakan *

 

7. Penata Suara
Penata suara adalah memberikan suara pada adegan khususnya ketika para pemain telah berakting, sehingga gambar yang direkam mempunyai suara seperti adegan yang sebenarnya. Proses pengolahan suara berarti proses memadukan unsur-unsur suara (mixing) yang bersumber pada adegan dialog dan narasi serta efek-efek suara khusus. Seorang penata suara bertanggung jawab atas pemberian suara pada setiap adegan dari seluruh babak yang ada dalam sebuah skenario. Perpaduan segala unsur suara ini nantinya menjadi jalur suara, yang letaknya berdampingan dengan gambar ketika film itu diproses didalam suatu laboraturium dan menjadi film siap edar.

Didalam proses pemberian suara produksi sebuah film terdapat beberapa teknik, diantaranya Sistem rekaman langsung (direct recording). Sistem ini merupakan teknik pengambilan secara langsung, ketika pengambilan gambar dilapangan dilaksanakan. Jika dilaksanakan secara baik dan cermat, sistem ini sangat menguntungkan karena suara dari pemain terekam secara wajar dan realistis. Kelemahan sistem ini adalah tidak boleh terganggu oleh suara-suara yang tidak diperlukan. Berbeda dengan sistem rekaman belakangan/studio (after recording). Pada sistem ini teknik pemberian suara dilakukan di dalam studio. Pemberian suaranya bisa diganti dengan orang lain. Kelemahan dari sitem rekaman studio ini adalah sangat teliti dan rumit, serta mutu suaranya yang menyertai gambar terkadang kurang tepat dan kaku. Sistem play back merupakan sistem yang sering dipaki untuk jenis film musikal, dimana dalam alur cerita diselingi dengan lagu-lagu, misalnya film Rhoma Irama yang sering menampilkan lagu-lagunya dalam setiap filmnya.

Untuk kualitas tata suara dewasa ini dalam dunia perfilman sudah mengalami kemajuan, dibanding beberapa tahun sebelumnya. Didalam perfilman kualitas suara terdiri dari mono, dolby stereo, dan digital. Suara film mono merupakan sistem suara yang kuno, sistem ini mempunyai sumber suara tunggal terpaku di satu tempat. Sistem dolby stereo memungkinkan suara menyebar mengelilingi penanton. Sistem yang spektakuler adalah sistem digital, dimana sistem ini memanfaatkan kecanggihan teknologi komputer dalam pembuatannya. Sistem digital memmungkinkan suara efek khusus terdengar jelas dan jernih. Sistem ini banyak mengalami perbaikan disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Sistem tata suara digital sudah membagi dalam kanal-kanal tersendiri dimana setiap kanal mempunyai suara yang berbeda. Dari sistem kanal ini hingga menghasilkan teknologi tata suara Dolby Digital 5.1 termasuk DTS yang berarti suara-suara tersebut sudah dalam pemisahan yaitu suara Front (L+R), Surround (L+R), Center dan satunya lagi adalah SubWoofer.Teknologi ini sudah dipkai juga dalam format DVD player lengkap dengan ricevernya termasuk menambahkan kanalnya menjadi Dolby digital 7.1 dengan menambahkan Rear Surround (L+R).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Seorang penata suara harus tahu medan dimana situasi shooting dilakukan, sehingga mereka dapat mengatur segala sesuatunya dengan cermat. Penerapan sistem digital terbaru Dolby Digital ataupun DTS akan memberikan efek yang spektakuler sehingga suara mencerminkan seolah-olah penonton berada ditengah-tengah arena sebenarnya kita pada waktu menyaksukan film tersebut *

 

8. Penata Musik
Penata musik dalam produksi sebuah film merupakan proses pemberian suara pada adegan-adegan khusus sehingga menimbulkan kesan yang romantis, dramatis, mengerikan, menakutkan bahkan kekacauan. Seorang penata musik biasanya bekerja pada waktu gambar-gambar hasil shot digabungkan atau pada waktu proses editing dilaksanakan. musik-musik yang ditampilkan biasanya berupa lagu dan bisa juga musik instrumental. Fungsi musik dalam film adalah menutupi adegan-adegan yang dianggap kurang baik, juga berfungsi mempertegas suasana yang terjadi, misalnya untuk film horor pada adegan tertentu dipakai musik yang mencekam atau menakutkan tujuannya agar penonton terbawa arus sugesti terhadap film yang ditontonnya. Pada adegan pertengkaran atau kejar-kejaran diberi musik yang cepat atau musik cadas agar suasana terlihat lebih meriah dan dinamis. Seorang penata musik harus pekah terhadap gambar-gambar film yang akan dipegangnya, dan tahu betul alur cerita dan karakter dari cerita tersebut sehingga musik yang ditampilkan tidak sebaliknya yang menyebabkan film tersebut terlihat dingin dan monotun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Seorang penata musik sedang bekerja di studio dengan menggunakan teknogi Mixing yang menghasilkan kejernihan dan kejelasan suara dengan menggunakan efek-efek khusus berdasarkan rancangan ceritanya. Film Transformers dengan penata suara dan musik begitu spektakuler hingga penonton dibuat geleng-geleng kepala melihat adegan yang penuh dengan kedasyatan itu, dan bandingkan film horor versi Indonesia dengan seringnya tema hantu diangkat ke layar lebar *

 

9. Editor
Hasil dari pengambilan gambar yang telah selesai kemudian dipadukan sari shot yang satu dengan shot yang lainnya itulah yang dinamakan proses editing atau orang film menyebutnya pasca produksi (post production). Orang yang melakukan ini disebut sebagai editor, yang bertugas menyusun hasil pengambilan gambar dilapangan,kemudian diolah di dalam studio editing sehingga menjadi sebuah pengertian cerita. Seorang editor dalam menjalankan tugasnya selalu berkonsultasi dengan sutradara. Ia mempunyai kewenangan untuk memotong, penyempurnaan dan pembentukan kembali untuk mendapatkan suatu isi yang yang konstruktif serta ritme dalam setiap babak , sehingga terjadi suatu kesatuan yang utuh berdasarkan skenario yang telah diputuskan bersama sutradara.

Secara umum proses editing sebuah film dibedakan continuity cutting yaitu metode penyuntingan film yang berisi penyambungan dari dua adegan yang mempunyai kesinambungan sedangakan dynamic cutting yaitu metode penyuntingan film yang berisi penyambungan dari dua buah adegan yang tidak mempunyai kesinambungan. Di dalam editing film terdapat empat teknik diantaranya parallel editing, cross editing, contras editing serta intellectual editing. Didalam parallel editing terdapat dua adegan yang mempunyai persamaan waktu. Berbeda dengan cross editing beberapa adegan tidak mempunyai kesamaan waktu, sedangkan contras editing merupakan pengabungan yang saling berlawanan sehingga menimbulkan suatu kekontrasan. Teknik yang baru adalah intellectual editing yaitu menciptakan simbol-simbol dalam menggabungkan antara adegan yang satu dengan yang lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Editor adalah orang yang bertanggung jawab dalam menata kembali hasil shooting dilapangan menjadi suatu alur cerita yang menarik berdasarkan rancangan skenario. Dalam implementasinya pengeditan selalu dilakukan di dalam studio, dimana pengeditannya mengunakan sistem editing non linier berdasarkan teknologi terkini, dengan memanfaatkan teknologi komputer melalui program editing seperti Avid, Premiere Pro ataupun Final Cut Pro *

 

10. Aktor
Para pemeran biasa diartikan melakukan gerakan akting di depan kamera berdasarkan dialog didalam skenario film, melalui arahan sutradara. Proses penokohan akan menggerakkan seseorang untuk menyajikan penampilan yang tepat dari segi emosi ekspresi, gerak serta gaya bicara yang mencerminkan karakter dari tuntutan skenario film. Seorang pemeran harus memiliki kecerdasan yang menguasai diri termasuk menguasai ritme pemain dan jenis-jenis film yang diikuti. Perwatakan tokoh atau menciptakan karakter pemeran yang mencerminkan tokoh ,tidak secara detil tertulis di dalam skenario film, maka dari itu seorang pemeran harus sering berlatih dan mengamati film-film lain sebagai bahan referensi latihan.

Dalam sebuah film cerita terdapat beberapa pemain diantaranya pemeran utama pria, pemeran utama wanita, pemeran pembantu pria, pemeran pembantu wanita. Disamping hal itu diperlukan juga pemeran pendukung lainya diantaranya adalah figuran. Figuran jumlahnya tak terbatas, tergantung dari kebutuhan yang tetulis dalam skenario film. Film jenis kolosal yang paling banyak melibatkan para figuran, sehingga pengaturannyapun tidak segampang film biasa, diperlukan sutradara yang bebar-benar menguasai lapangan dan sutradara ini mahir dalam mengomandoi multi camera. Selain itu diperlukan stand in yang bertugas menggantikan pemain asli pada waktu pengambilan gambar misalnya mengatur jarak fokus mengukur cahaya dan sebagainya, sedangkan stunt man bertugas menggantikan para pemain asli terhadap adegan yang berbahaya, misalnya loncat dari mobil, menabrakkan mobil ke pohon dan loncat dari gedung serta yang lainnya. Pemeran ini tidak sembarang orang, diperlukan keahlian khusus atau ketrampilan khusus sesuai dengan tuntutan cerita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Acting seorang aktor atau aktris merupakan kunci dari suksesnya sebuah produksi karya film. Aktor yang berperan harus menguasai karakter yang diperankannya berdasarkan arahan dari Sutradara. Dalam adegan tertentu Aktor bisa diganti dengan peran pengganti, penggantian ini dilakukan untuk adegan-adegan yang berbahaya yang memerlukan nyali besar dan keahlian khusus *

 

 

 

 

Leave a comment

Leave a Reply